Kabupaten Banyumas melaksanakan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sejak tahun 2020 hingga 2024 dengan memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai pelaksana program. Kondisi di lapangan menunjukan pengembangan program belum optimal dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Penelitian bertujuan mengidentifikasi persepsi wanita tani terhadap tujuan dan pelaksanaan Program P2L, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan menganalisis strategi optimalisasi Program P2L. Penelitian dilaksanakan di 5 KWT pelaksana program P2L di Kabupaten Banyumas. Data primer diperoleh dari responden wanita tani pelaksana program dan informan yang berkompeten dalam Program P2L. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed method). Persepsi wanita tani terhadap tujuan program berada pada kategori rendah, persepsi terhadap pelaksanaan program berada pada kategori tinggi. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi wanita tani adalah lingkungan dan peran kelompok. Faktor internal menghasilkan kekuatan utama adalah adanya Program P2L dan Penyuluh Pendamping, kelemahan utama adalah pascapanen belum maksimal serta pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok terbatas. Dalam faktor eksternal, peluang utama adalah akses informasi dan kebijakan pemerintah yang mendukung usaha tani, sedangkan ancaman utama adalah perubahan iklim dan fluktuasi harga. Hasil Analisis QSPM menghasilkan strategi prioritas yaitu menyediakan pelatihan bagi anggota KWT dengan teknologi pertanian pekarangan yang mudah diakses untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.