Ni Putu Udayani Nesa
Dokter Spesialis Radiologi, Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan, Bali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PLEOMORPHIC SARCOMA GLUTEA PADA PASEIN LAKI-LAKI 52 TAHUN Ni Putu Lilis Rasnita Dewi; Ni Putu Udayani Nesa
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 41 No. 1 (2026): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/f8k7kp83

Abstract

Pendahuluan: Sarkoma pleomorfik, termasuk sarkoma pleomorfik tak terdiferensiasi (UPS), adalah neoplasma jaringan lunak ganas yang seringkali muncul sebagai massa progresif. Pemeriksaan awal dapat mencakup CT scan panggul dengan kontras, diikuti dengan konfirmasi melalui FNAB. Kasus: Seorang pria berusia 52 tahun datang dengan benjolan di bokong kanannya selama kurang lebih 2 bulan. Benjolan tersebut membesar dengan cepat selama 2 minggu terakhir. Keluhan terkait termasuk gangguan neurovaskular. Pemeriksaan lokal menunjukkan massa berwarna kulit tanpa hiperemia; palpasi menunjukkan massa yang keras, kenyal, tidak bergerak, dan nyeri tekan. Penanganan Kasus: CT scan dengan kontras dilakukan, diikuti dengan konfirmasi melalui FNAB pada nodul gluteal. Nodul tersebut keras dan mudah berdarah. Pada citra MSCT Scan panggul, ditemukan massa heterogen yang mengalami peningkatan kontras dengan kalsifikasi di dalamnya, meluas ke area sekitarnya menyebabkan kompresi dan kerusakan tulang. Diskusi: Gambaran klinisnya adalah massa gluteal yang membesar dengan cepat disertai nyeri dan keterlibatan neurovaskular, disertai temuan pada CT scan abdomen dan konfirmasi dengan FNAB. Pemeriksaan radiologis dan histopatologis digunakan untuk menentukan terapi. Prognosis kasus UPS biasa buruk. Kesimpulan: Pada kasus massa jaringan lunak di daerah gluteal sugestif sebagai sarkoma pleomorfik tak terdiferensiais, evaluasi radiologis dan histopatoligi memainkan peran penting dalam menilai ukuran tumor, kedalaman lesi, dan hubungannya dengan struktur neurovaskular di sekitarnya dan jaringan panggul sebelum pengobatan definitif.