ABSTRAK Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada kelompok remaja yang rentan terhadap perilaku berisiko seperti pergaulan bebas dan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA). Edukasi sejak usia sekolah menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan HIV melalui edukasi tentang bahaya narkoba dan perilaku seksual berisiko. Sebanyak 46 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, terlibat dalam kegiatan ini. Penyuluhan dilakukan secara interaktif dengan memanfaatkan leaflet dan video edukatif yang dirancang sesuai dengan karakteristik remaja. Penilaian efektivitas kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Rata-rata skor pre-test sebesar 6,57 meningkat menjadi 7,91 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan.Penyuluhan dengan memanfaatkan media edukatif menunjukkan hasil yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terkait upaya pencegahan HIV. Edukasi kesehatan sejak dini di lingkungan sekolah berperan penting dalam membentuk perilaku hidup sehat dan mencegah risiko penularan HIV pada remaja. Kata Kunci: HIV/AIDS, Penyuluhan, Pencegahan, Remaja. ABSTRACT Human Immunodeficiency Virus (HIV) infection and Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) remained significant public health challenges in Indonesia, particularly among adolescents who were vulnerable to risky behaviors such as unsafe sexual practices and drug abuse. Early health education at the school level was considered a strategic approach to prevention efforts. This community service program aimed to improve students’ knowledge and awareness regarding HIV prevention through education on the dangers of drug abuse and risky sexual behaviors. A total of 46 twelfth-grade students from SMA Negeri 1 Jatiwaras, Tasikmalaya Regency, participated in this program. The educational intervention was delivered interactively using leaflets and educational videos designed according to adolescent characteristics. The effectiveness of the program was evaluated using pre-test and post-test assessments to measure improvements in participants’ knowledge. The mean pre-test score of 6.57 increased to 7.91 in the post-test. The Wilcoxon Signed-Rank Test indicated a significance value of 0.000 (p 0.05), demonstrating a statistically significant difference in knowledge levels before and after the educational intervention. The educational program utilizing informative media was effective in improving students’ understanding of HIV prevention. Early health education in school settings played an important role in promoting healthy behaviors and reducing the risk of HIV transmission among adolescents. Keywords: HIV/AIDS, Health Education, Prevention, Adolescents.