p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal WIDYANTARA
Udin kamiluddin
Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tindak Tutur Direktif dalam Novel 100 Hari Melihat Diri: Diskon 60 Hari Karya Mprop Picoez Al-Jingini dan Pemanfaatannya sebagai Modul Ajar di SMA/MA Kelas XII Syarifah A. Bastiati; Udin kamiluddin; Lilik Herawati
Widyantara Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v4i1.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif dalam novel 100 Hari Melihat Diri: Diskon 60 Hari karya Mprop Picoez Al-Jingini serta pemanfaatannya sebagai modul ajar pada pembelajaran novel di tingkat SMA/MA kelas XII. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan dengan teori tindak tutur Searle dan Austin untuk menyoroti jenis-jenis tindak tutur direktif, seperti permohonan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan nasihat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa pembacaan, penandaan, dan pencatatan tuturan bermuatan direktif di dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel tersebut kaya akan unsur tindak tutur direktif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari sehingga potensial digunakan sebagai modul ajar berbasis sastra di SMA/MA. Novel ini tidak hanya memberikan pembelajaran bahasa, tetapi juga sarat akan nilai moral dan reflektif untuk meningkatkan daya kritis siswa. Oleh karena itu, pemanfaatan novel ini sebagai modul ajar diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi tindak tutur direktif sekaligus membentuk karakter dan kecakapan berbahasa yang lebih baik. This study aims to describe the forms of directive speech acts in the novel 100 Hari Mencari Diri: Diskon 60 Hari by Mprop Picoez Al-Jingini and its use as a teaching module in novel learning at the 12th grade of senior high school (SMA/MA). This study uses a pragmatic approach with Searle and Austin's speech act theory to highlight the types of directive speech acts, such as requests, questions, commands, prohibitions, permissions, and advice. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of reading, marking, and recording directive-containing utterances in the novel. The results of the study indicate that the novel is rich in elements of directive speech acts that are relevant to everyday life so that it has the potential to be used as a literature-based teaching module in senior high school (SMA/MA). This novel not only provides language learning, but is also full of moral and reflective values ​​to improve students' critical thinking. Therefore, the use of this novel as a teaching module is expected to improve students' understanding of the material on directive speech acts while forming better character and language skills.
Penyimpangan Kesantunan Berbahasa pada Film Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan Karya Meira Anastasia dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Tri Widiyani Ningsih; Udin Kamiluddin
Widyantara Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v3i2.193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk tuturan yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa dalam film Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan karya Meira Anastasia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu dengan menggambarkan bentuk- bentuk pelanggaran maksim kesantunan dalam dialog antar tokoh di film tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak bebas libat cakap dan pencatatan. Sementara itu, analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, pengodean, dan penarikan kesimpulan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teori prinsip kesantunan berbahasa dari Leech dan hasilnya dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk materi teks negosiasi di jenjang Sekolah Menengah Atas. Dari hasil analisis, ditemukan sebanyak 32 tuturan yang menyimpang dari prinsip kesantunan berbahasa, dengan rincian: 7 tuturan melanggar maksim kebijaksanaan, 6 tuturan melanggar maksim pujian, 4 tuturan melanggar maksim kedermawanan, 5 tuturan melanggar maksim kerendahan hati, 6 tuturan melanggar maksim kesepakatan, dan 4 tuturan melanggar maksim simpati. This study aims to identify forms of speech that violate the principles of politeness in the film Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan by Meira Anastasia. The method used is qualitative with a descriptive approach, namely by describing the forms of violations of politeness maxims in the dialogue between characters in the film. Data collection was carried out through the technique of free listening and recording. Meanwhile, data analysis was carried out in three stages, namely data reduction, coding, and drawing conclusions. The collected data were analyzed using Leech's theory of politeness principles and the results can be used as teaching materials for negotiation text materials at the Senior High School level. From the results of the analysis, 32 utterances were found that deviated from the principles of politeness, with details: 7 utterances violated the maxim of wisdom, 6 utterances violated the maxim of praise, 4 utterances violated the maxim of generosity, 5 utterances violated the maxim of humility, 6 utterances violated the maxim of agreement, and 4 utterances violated the maxim of sympathy.