Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius pada tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan stunting yang efektif adalah melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang konsumsi makanan bergizi seimbang dan manfaat suplemen sinbiotik sejak masa kehamilan dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua dan kader kesehatan mengenai pola makan bergizi dan peran sinbiotik dalam pencegahan stunting di Puskesmas Madising Na Mario. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu: (1) persiapan dan koordinasi dengan pihak puskesmas, (2) sosialisasi interaktif mengenai gizi seimbang, makanan bergizi, dan suplemen sinbiotik, (3) evaluasi kualitatif berbasis observasi partisipatif, serta (4) analisis data deskriptif kualitatif. Peserta kegiatan berjumlah 28 orang yang terdiri atas 17 orang perempuan dan 11 orang laki-laki. Secara kualitatif, seluruh peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan observasi partisipatif dan diskusi interaktif, terjadi peningkatan pemahaman yang bermakna mengenai konsep gizi seimbang, panduan MPASI, serta manfaat sinbiotik dalam mendukung tumbuh kembang anak. Peserta yang sebelumnya belum familiar dengan konsep sinbiotik mampu menjelaskan kembali manfaatnya setelah sosialisasi. Kader posyandu juga menyatakan kesiapan untuk meneruskan informasi gizi kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Kegiatan sosialisasi gizi dan suplemen sinbiotik terbukti efektif meningkatkan pengetahuan peserta dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan edukasi gizi berbasis puskesmas perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak sasaran, khususnya ibu hamil, menyusui dan kader posyandu, sebagai garda terdepan pencegahan stunting di masyarakat.