Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai gizi, kesehatan reproduksi, serta pentingnya persiapan kehidupan berkeluarga menjadi faktor yang perlu mendapatkan perhatian sejak usia sekolah. Selain itu, belum optimalnya peran siswa sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi kesehatan menjadi tantangan dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa melalui pendampingan konselor sebaya dalam pencegahan stunting di SMK Negeri 3 Bengkulu Tengah. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang meliputi tahap sosialisasi, pemberian materi tentang stunting dan kesehatan remaja, pelatihan keterampilan konseling sebaya, simulasi konseling, serta evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah 16 orang siswa yang dipersiapkan sebagai konselor sebaya. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest yang terdiri atas 30 item dengan skala penilaian 1–5 untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pendampingan. Nilai rata-rata pretest sebesar 80.00 meningkat menjadi 118.06 pada posttest. Persentase capaian pengetahuan meningkat dari 100% dengan kategori cukup menjadi 62,5% dengan kategori baik dan 37,5% dengan kategori sangat baik. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pendampingan konselor sebaya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai pencegahan stunting. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan komunikasi, edukasi kesehatan, dan praktik konseling sebaya melalui kegiatan simulasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendampingan konselor sebaya efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait pencegahan stunting. Program ini dapat menjadi salah satu strategi promotif dan preventif berbasis sekolah yang berkelanjutan untuk mendukung percepatan penurunan stunting melalui pemberdayaan remaja sebagai agen edukasi kesehatan