Mursalim Mursalim
Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Perlindungan Anak dalam Al-Qur’an: Telaah Tematik dan Relevansi Sosial Kontemporer Bagi Anak Broken Home di Panti Asuhan Saeful Ishak; Mursalim Mursalim
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika perlindungan anak dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (mawdhū‘ī) serta mengkaji relevansinya terhadap kondisi anak broken home di panti asuhan pada konteks sosial kontemporer. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kerentanan anak akibat konflik keluarga, kekerasan, dan penelantaran, sehingga membutuhkan landasan nilai Qur’ani yang komprehensif dalam pembinaan dan pengasuhan. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif berbasis studi kepustakaan, dengan menelaah ayat-ayat terkait (QS. An-Nisā’: 9; At-Tahrīm: 6; Al-Isrā’: 31; Maryam: 59-60; Luqmān: 13-19; Al-Furqān: 74) serta interpretasi mufasir klasik dan modern seperti Ibn Katsir, Al-Qurtubi, Al-Tabari, Quraish Shihab, dan Sayyid Qutb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menekankan empat prinsip utama perlindungan anak: kasih sayang dan pemeliharaan (ri‘āyah), larangan penelantaran, kewajiban pendidikan moral-spiritual, dan penghormatan terhadap martabat anak. Analisis terhadap kondisi anak broken home memperlihatkan bahwa pendidikan Qur’ani, pendekatan psikososial, dan pola pengasuhan rahmatan lil-‘ālamīn sangat efektif dalam memulihkan stabilitas emosi, akhlak, dan arah hidup mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai etika Qur’ani memiliki relevansi kuat dan aplikatif dalam pengasuhan anak panti asuhan, terutama dalam membentuk generasi yang berdaya, berakhlak, dan memiliki masa depan lebih baik.
Pendekatan Kesehatan dalam Kajian Islam: Khitan Laki-Laki dan Perempuan Rahmat Ramadhani Arsyad; Mursalim Mursalim
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.644

Abstract

Penelitian ini membahas khitan laki-laki dan perempuan dalam perspektif kesehatan dalam kajian Islam. Penelitian bertujuan untuk menganalisis landasan keagamaan, manfaat medis, pertimbangan etika, serta risiko kesehatan dari praktik khitan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui telaah buku, jurnal ilmiah, literatur Islam, dan dokumen kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khitan laki-laki diterima luas dalam Islam karena mendukung kebersihan, kesehatan, dan perlindungan diri yang sejalan dengan maqashid syariah. Berbagai penelitian medis juga menunjukkan bahwa khitan laki-laki dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan penyakit reproduksi tertentu. Sementara itu, khitan perempuan masih menjadi praktik yang kontroversial karena banyak penelitian medis modern menunjukkan adanya risiko fisik dan psikologis yang serius. Islam menekankan perlindungan martabat, keselamatan, dan kesejahteraan manusia sehingga praktik yang berpotensi menimbulkan mudarat perlu ditinjau kembali secara kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kesehatan dalam kajian Islam mendorong praktik medis yang mengutamakan kemaslahatan, keamanan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.