Mariana Foo
Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BRIEF PSYCHOLOGICAL INTERVENTION FOR A CLIENT WITH SCHIZOAFFECTIVE DISORDER, BIPOLAR TYPE: CASE REPORT Mariana Foo; Willy Tasdin
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i2.36271

Abstract

Gangguan Skizoafektif adalah masalah kesehatan mental kronis yang merupakan campuran dari gejala skizofrenia dan gangguan suasana hati. Tingkat kekambuhan yang tinggi semakin diperburuk oleh ketidakpatuhan terhadap pengobatan dan kekurangan dalam kemampuan regulasi emosional. Hal ini merugikan menyebabkan prognosis yang buruk dan kualitas hidup pasien serta menambah beban pada sistem di dalam keluarga dan sistem. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk melaporkan proses perawatan pasien MR (wanita, 40 tahun), yang dirawat di rumah sakit "RSSH", yang mengalami berbagai kekambuhan akibat penggunaan obat yang tidak teratur. Intervensi didasarkan pada 3 sesi psikologis singkat. Evaluasi psikologis dilakukan dengan menggunakan tes berikut seperti MSE, DASS-21, ETISR-SF, BSL-23, SSCT, WZT dan ERQ. Intervensi yang distandarisasi disesuaikan menurut hasil penilaian selama tiga sesi konseling yang mencakup psikoedukasi, keterampilan regulasi emosi, dan peningkatan koping adaptif. Hasil pasca-intervensi menunjukkan bahwa ketidakpatuhan terhadap terapi terutama disebabkan oleh ketidakstabilan suasana hati, kecemasan berat, dan trauma sebelumnya yang belum terselesaikan. Pasien mengalami kemajuan yang mengesankan dalam gejala, mencakup berkurangnya gejala afektif, peningkatan pengetahuan tentang faktor-faktor yang memicu kekambuhan, dan peningkatan motivasi untuk mematuhi pengobatan farmakologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi psikologis yang berfokus pada regulasi emosi dalam jangka waktu singkat dapat berfungsi sebagai strategi efektif untuk mencegah kekambuhan serta meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan pada individu dengan Gangguan Skizoafektif. Diperlukan metode yang lebih ketat dengan ukuran sampel yang lebih besar untuk memastikan validitas eksternal dan generalisasi temuan.