Sagung Istri Pramitari Wima Devi
Politeknik Negeri Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Program Analisis Penampang Spun Pile Putu Ogi Suryadinata; ⁠I Putu Pandu Rusmana; Sagung Istri Pramitari Wima Devi; ⁠I Gusti Agung Arie Krismayanti; Putu Ryan Priyatna
Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spun pile merupakan salah satu jenis tiang pancang pracetak beton yang diproduksi secara horizontal, sehingga proses manufaktur dan transportasinya dari pabrik ke lokasi proyek menjadi lebih efisien. Namun, sistem pengangkatan horizontal pada beberapa titik tumpuan dapat menimbulkan momen lentur sepanjang batang tiang, yang berpotensi meningkatkan risiko retak akibat tegangan tarik berlebih pada beton. Untuk mengevaluasi kapasitas penampang terhadap kombinasi beban aksial dan momen lentur, digunakan diagram interaksi lentur-aksial (P–M diagram). Secara konvensional, penyusunan diagram ini dilakukan melalui perhitungan manual dengan proses iteratif untuk menentukan posisi garis netral, yang memerlukan waktu lama dan rentan terhadap kesalahan perhitungan. Guna mengatasi keterbatasan tersebut, dikembangkan program komputasi berbasis MATLAB yang mampu mempercepat proses perhitungan sekaligus meningkatkan akurasi hasil analisis. Program ini tidak hanya mempercepat perhitungan kapasitas penampang, tetapi juga memungkinkan integrasi pengaruh gaya lateral akibat pengekangan (confinement) yang secara signifikan mempengaruhi perilaku tegangan-regangan beton. Ketika efek pengekangan diperhitungkan, tegangan ultimit beton meningkat sehingga menghasilkan perilaku struktur yang lebih daktail. Validasi terhadap program dilakukan melalui perbandingan hasil perhitungan manual serta kalibrasi dengan hasil penelitian terdahulu. Hasil validasi menunjukkan bahwa selisih terbesar antara perhitungan manual dan program terjadi pada kapasitas aksial maksimum (Pn) dengan deviasi sebesar 16,61%, sedangkan perbedaan pada hubungan momen–kurvatur hanya sebesar 1,31%. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa dengan mempertimbangkan efek pengekangan pada penampang spun pile, nilai daktilitas meningkat rata-rata sebesar 47,43%, yang menandakan peningkatan kemampuan struktur dalam menyerap energi dan menahan deformasi sebelum mencapai kondisi ultimit.
Pengaruh Rasio Tulangan Longitudinal terhadap Respons Momen– Kurvatur Kolom Beton Bertulang dengan Beban Aksial Rendah I Gusti Agung Arie Krismayanti; Putu Ryan Priyatna; I Putu Pandu Rusmana; Sagung Istri Pramitari Wima Devi; Putu Ogi Suryadinata
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jts.2026.v7i1.8831

Abstract

Kolom beton bertulang adalah elemen struktur yang menahan momen lentur, sementara pengaruh beban aksial diabaikan dalam penelitian ini untuk menekankan perilaku lentur murni. Kinerja penampang kolom dipengaruhi oleh berbagai parameter, salah satunya adalah rasio tulangan longitudinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi rasio tulangan longitudinal terhadap hubungan momen–kurvatur pada kolom beton bertulang. Analisis dilakukan secara numerik menggunakan perangkat lunak XTRACT dengan pendekatan nonlinear section analysis yang mempertimbangkan perilaku nonlinier material beton dan baja tulangan. Model yang digunakan berupa penampang kolom persegi berukuran 300 mm × 300 mm, dengan mutu beton 25 MPa dan mutu baja tulangan 420 MPa. Variasi tulangan longitudinal yang dianalisis meliputi 8D16, 12D16, dan 16D16. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan rasio tulangan menyebabkan kenaikan kapasitas momen ultimit secara konsisten, yaitu dari 76.04 kNm menjadi 103.60 kNm dan 128.60 kNm serta meningkatkan kekakuan awal penampang. Selain itu, variasi rasio tulangan juga mempengaruhi bentuk kurva momen–kurvatur, khususnya pada tahap pasca-leleh, di mana penampang dengan rasio tulangan lebih tinggi cenderung menunjukkan respons yang lebih kaku namun dengan kapasitas deformasi yang lebih terbatas. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa rasio tulangan longitudinal berperan penting dalam menentukan respons lentur kolom beton bertulang.