Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kuliner sehat dan pengalaman berbasis kearifan lokal, Desa Malasari, Kabupaten Bogor Lala Siti Sahara; Jenal Abidin; Indra Setiawan; Ghoidah Syahidah Syaepullah
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1135

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kuliner yang dikemas dalam konsep wellness berbasis kearifan lokal sebagai daya tarik wisata serta merumuskan strategi pengembangan kuliner lokal di Desa Malasari, Kabupaten Bogor. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan teknik analisis data yang mengacu pada model Miles dan Huberman (2014) yang meliputi tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Informan yang dipilih secara purposive sampling mencakup warga pelaku pawon, anggota POKDARWIS, pengelola wisata, dan sekretaris desa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Temuan – Kuliner di Desa Malasari memiliki daya tarik yang tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi atraksi unggulan dalam kegiatan pawon experience. Namun, pengembangannya masih terkendala oleh bahan pangan, gangguan hama, dan hasil bumi yang tumbuh saat musim tertentu. Keterbatasan penelitian – Penelitian menghadapi keterbatasan berupa jumlah informan yang terbatas dan ketergantungan pada panen musiman yang memengaruhi konsistensi pasokan bahan lokal, ancaman hama ladang, serta rendahnya kapasitas pemasaran digital masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji model bisnis digital adaptif bagi desa wisata, serta mengembangkan sistem manajemen rantai pasok pangan lokal berbasis kalender musim panen. Implikasi – Hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan yang mencakup penyusunan paket wisata pawon, kegiatan live in, serta pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata berbasis keberlanjutan. Secara kebijakan, temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan desa wisata berbasis pangan lokal di wilayah perdesaan Jawa Barat yang memiliki tradisi pertanian kuat. Kebaruan – Penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan mengintegrasikan konsep wellness culinary tourism ke dalam konteks kearifan lokal masyarakat agraris perdesaan Indonesia. Kebaruan utama terletak pada konseptualisasi pawon experience sebagai produk wisata wellness berbasis tradisi, yang belum banyak dikaji dalam literatur pariwisata desa di Indonesia.
Pengembangan model integrasi kurikulum pada wisata edukasi di Desa Wisata Malasari, Kabupaten Bogor Jenal Abidin; Lala Siti Sahara; Ardhani Widya Setiani; Firda Egyant Nazar
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1136

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model integrasi kurikulum pada wisata edukasi di Desa Wisata Malasari, Kabupaten Bogor, sehingga kegiatan wisata tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga memiliki keterkaitan yang jelas dengan capaian pembelajaran dalam pendidikan formal. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam. Pendekatan yang digunakan adalah pemetaan potensi wisata ke dalam struktur kurikulum, meliputi mata pelajaran, aktivitas pembelajaran, capaian pembelajaran, dan output akademik. Ruang lingkup penelitian mencakup wisata berbasis alam, budaya, dan aktivitas masyarakat dalam kerangka pembelajaran kontekstual. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Malasari memiliki potensi yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum, seperti pertanian, kesenian tradisional, pengolahan produk lokal, serta aktivitas ekowisata. Potensi tersebut dapat dirancang menjadi kegiatan pembelajaran terstruktur melalui model integrasi kurikulum yang menghubungkan aktivitas wisata dengan mata pelajaran, capaian pembelajaran, serta output yang terukur, seperti laporan observasi, jurnal lapangan, dan produk kreatif. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada perancangan model konseptual dan belum mencakup implementasi secara luas di berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, belum dilakukan pengukuran kuantitatif terhadap efektivitas model terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji implementasi model ini secara empiris serta mengembangkan modul pembelajaran yang lebih spesifik. Implikasi – Model integrasi kurikulum ini memberikan implikasi bagi pengembangan wisata edukasi yang lebih terstruktur dan relevan dengan kebutuhan pendidikan formal. Selain itu, model ini dapat meningkatkan kualitas pengalaman belajar peserta didik sekaligus memperkuat peran desa wisata sebagai laboratorium pembelajaran berbasis lingkungan dan budaya. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model integrasi kurikulum yang secara sistematis menghubungkan potensi wisata dengan struktur pembelajaran formal, termasuk pemetaan aktivitas, capaian belajar, dan output akademik yang terukur.