Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kuliner yang dikemas dalam konsep wellness berbasis kearifan lokal sebagai daya tarik wisata serta merumuskan strategi pengembangan kuliner lokal di Desa Malasari, Kabupaten Bogor. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan teknik analisis data yang mengacu pada model Miles dan Huberman (2014) yang meliputi tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Informan yang dipilih secara purposive sampling mencakup warga pelaku pawon, anggota POKDARWIS, pengelola wisata, dan sekretaris desa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Temuan – Kuliner di Desa Malasari memiliki daya tarik yang tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi atraksi unggulan dalam kegiatan pawon experience. Namun, pengembangannya masih terkendala oleh bahan pangan, gangguan hama, dan hasil bumi yang tumbuh saat musim tertentu. Keterbatasan penelitian – Penelitian menghadapi keterbatasan berupa jumlah informan yang terbatas dan ketergantungan pada panen musiman yang memengaruhi konsistensi pasokan bahan lokal, ancaman hama ladang, serta rendahnya kapasitas pemasaran digital masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji model bisnis digital adaptif bagi desa wisata, serta mengembangkan sistem manajemen rantai pasok pangan lokal berbasis kalender musim panen. Implikasi – Hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan yang mencakup penyusunan paket wisata pawon, kegiatan live in, serta pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata berbasis keberlanjutan. Secara kebijakan, temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan desa wisata berbasis pangan lokal di wilayah perdesaan Jawa Barat yang memiliki tradisi pertanian kuat. Kebaruan – Penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan mengintegrasikan konsep wellness culinary tourism ke dalam konteks kearifan lokal masyarakat agraris perdesaan Indonesia. Kebaruan utama terletak pada konseptualisasi pawon experience sebagai produk wisata wellness berbasis tradisi, yang belum banyak dikaji dalam literatur pariwisata desa di Indonesia.