Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan model integrasi kurikulum pada wisata edukasi di Desa Wisata Malasari, Kabupaten Bogor Jenal Abidin; Lala Siti Sahara; Ardhani Widya Setiani; Firda Egyant Nazar
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1136

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model integrasi kurikulum pada wisata edukasi di Desa Wisata Malasari, Kabupaten Bogor, sehingga kegiatan wisata tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga memiliki keterkaitan yang jelas dengan capaian pembelajaran dalam pendidikan formal. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam. Pendekatan yang digunakan adalah pemetaan potensi wisata ke dalam struktur kurikulum, meliputi mata pelajaran, aktivitas pembelajaran, capaian pembelajaran, dan output akademik. Ruang lingkup penelitian mencakup wisata berbasis alam, budaya, dan aktivitas masyarakat dalam kerangka pembelajaran kontekstual. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Malasari memiliki potensi yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum, seperti pertanian, kesenian tradisional, pengolahan produk lokal, serta aktivitas ekowisata. Potensi tersebut dapat dirancang menjadi kegiatan pembelajaran terstruktur melalui model integrasi kurikulum yang menghubungkan aktivitas wisata dengan mata pelajaran, capaian pembelajaran, serta output yang terukur, seperti laporan observasi, jurnal lapangan, dan produk kreatif. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada perancangan model konseptual dan belum mencakup implementasi secara luas di berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, belum dilakukan pengukuran kuantitatif terhadap efektivitas model terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji implementasi model ini secara empiris serta mengembangkan modul pembelajaran yang lebih spesifik. Implikasi – Model integrasi kurikulum ini memberikan implikasi bagi pengembangan wisata edukasi yang lebih terstruktur dan relevan dengan kebutuhan pendidikan formal. Selain itu, model ini dapat meningkatkan kualitas pengalaman belajar peserta didik sekaligus memperkuat peran desa wisata sebagai laboratorium pembelajaran berbasis lingkungan dan budaya. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model integrasi kurikulum yang secara sistematis menghubungkan potensi wisata dengan struktur pembelajaran formal, termasuk pemetaan aktivitas, capaian belajar, dan output akademik yang terukur.