Dianing Pratiwi
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang, Kota Serang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendekatan regulasi berbasis inovasi Badak Banten dalam meningkatkan kepatuhan dan daya saing UMKM obat dan makanan Dianing Pratiwi
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1141

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi inovasi Badak Banten sebagai model regulasi responsif dalam pengawasan Obat dan Makanan, khususnya dalam meningkatkan kepatuhan serta daya saing UMKM melalui pendekatan pendampingan yang berkelanjutan. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus evaluatif dengan metode campuran (mixed methods). Data kuantitatif dianalisis berdasarkan capaian kepatuhan, proses perizinan, dan layanan pendampingan pada periode 2022–2024. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam (durasi 45–90 menit) dengan 12 informan kunci (4 petugas pendamping/regulator dan 8 pelaku usaha) yang dipilih melalui purposive sampling. Validitas data kualitatif diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan prosedur member checking, kemudian dianalisis secara tematik melalui tiga tahapan pengkodean (open, axial, selective coding). Temuan – Hasil kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan yang stabil pada sarana produksi (naik dari 52,43% menjadi 65,90%) dan sarana distribusi UMKM (naik dari 69,66% menjadi 74,04%). Analisis tematik kualitatif memperkuat temuan ini melalui identifikasi tiga tema utama: demistifikasi regulasi, pergeseran otoritas relasional berbasis kepercayaan (trust), dan internalisasi budaya mutu. Pendampingan intensif berbasis pendekatan individual (one-on-one) terbukti mampu mentransformasikan kepatuhan dari sekadar kewajiban administratif menjadi proses pembelajaran berkelanjutan yang memperkuat daya saing UMKM Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu wilayah (Banten) dan satu model inovasi (Badak Banten), sehingga generalisasi temuan ke konteks daerah lain perlu dilakukan dengan hati-hati. Selain itu, keterbatasan data longitudinal yang lebih panjang membatasi analisis dampak jangka panjang terhadap daya saing UMKM. Implikasi – Secara teoretis, penelitian ini memperkuat relevansi pendekatan regulasi responsif (regulatory coaching dan collaborative compliance) di sektor Obat dan Makanan dengan membuktikan secara empiris bahwa kepatuhan yang stabil dibangun melalui interaksi dialogis-relasional, bukan melalui penegakan hukum yang kaku (command and control). Secara praktis, model Badak Banten memberikan referensi operasional bagi regulator dalam mentransformasikan peran menjadi mitra pemberdayaan yang solutif guna meningkatkan legitimasi kelembagaan publik di tingkat daerah. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian pendekatan regulasi responsif dengan praktik pendampingan intensif berbasis individual dalam pengawasan UMKM, serta pembuktian empiris bahwa pendekatan tersebut mampu mentransformasi kepatuhan menjadi proses pembelajaran berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan daya saing.