Marwan Marwan
STKIP Bina Mutiara Sukabumi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Literasi Berhitung Siswa SD Melalui Media Sedotan: Penelitian Pengabdian di SDN Palasari Erni Nurjanah; Rian Syahvierul; Muhammad Andiki Ramdhan F; Milda Audina Ridnillah; Devita Rahmadani; Intan Paramita; Muhammad Fakhrul Wafi; Habil Sadat; Nely Serviansyah; Marwan Marwan; Naelil Bahiyyah Fadlatunnisa AL; Siti Rahmah; Lia Nadil
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 1 Januari - Maret 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i1.5621

Abstract

Literasi numerasi merupakan keterampilan fundamental yang perlu dikuasai sejak usia dini. Namun, realitas menunjukkan bahwa kemampuan berhitung siswa sekolah dasar di Indonesia masih rendah. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang abstrak dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang konkret dan menarik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa dengan memanfaatkan sedotan sebagai alat peraga konkret. Pendekatan partisipatif dan kolaboratif diterapkan, melibatkan siswa dan guru SDN Palasari. Metode yang digunakan meliputi tahapan observasi, perancangan program, pembelajaran di kelas, pendampingan guru, dan evaluasi dengan pendekatan mixed-method (pre-test/post-test dan observasi kualitatif). Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata siswa dari 55,4 (pre-test) menjadi 79,7 (post-test), dengan tingkat ketuntasan meningkat dari 36% menjadi 84%. Secara kualitatif, siswa menjadi lebih aktif, termotivasi, dan berpartisipasi dengan baik dalam pembelajaran. Guru juga merespons positif dan terampil menggunakan media sedotan. Disimpulkan bahwa sedotan merupakan media yang efektif, ekonomis, dan praktis untuk memperkuat pemahaman konseptual dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam mempelajari operasi hitung dasar. Kegiatan ini berimplikasi bahwa penggunaan alat peraga sederhana dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya di daerah yang memiliki fasilitas terbatas.