Muhamad Abi Fadila
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelestarian Tradisi Pencak Silat Betawi Sebagai Sumber Belajar IPS Berbasis Kearifan Lokal Di SMP (Studi Fenomenologi Di DPW PPSI Jakarta) Muhamad Abi Fadila; I Wayan Lasmawan; Tuty Maryati
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 11, No 2 (2026): VOLUME 11 NUMBER 2 MEI 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v11i2.8614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengintegrasian tradisi pencak silat Betawi yang dilestarikan oleh DPW PPSI Jakarta sebagai sumber belajar IPS berbasis kearifan lokal. Subjek dalam penelitian ini merupakan organisasi Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Pencak Silat Indonesia di Jakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik, wawancara mendalam, observasi sebagai pengamat berperan serta, dokumentasi atau studi dokumen. Keabsahan data dalam penelitian ini dianalisis berdasarkan triangulasi data dan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kearifan lokal Betawi dapat dibagi menjadi dua, yaitu tidak berbentuk produk budaya (intangible) dan berbentuk produk budaya (tangible). Kearifan lokal yang tidak berbentuk produk budaya terdiri dari, pengetahuan tentang alam semesta, ritual keagamaan, ekspresi lisan, seni pertunjukan, dan keterampilan tradisional. Kearifan lokal yang berbentuk produk budaya terdiri dari, golok, pakaian silat Betawi, dan musik pengiring silat gambang kromong. Aspek-aspek dalam tradisi pencak silat Betawi terdiri dari, aspek seni, aspek mental spiritual, aspek beladiri, dan aspek olahraga. Pengintegrasian tradisi pencak silat Betawi menjadi sumber belajar IPS di SMP dapat diadaptasikan dalam materi esensial dan muatan lokal pada Capaian Pembelajaran IPS tahun 2025. Pengintegrasian dapat dirancang melalui kerangka Pembelajaran Mendalam dengan memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik, memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal pada tradisi pencak silat Betawi dapat diintegrasikan menjadi sumber belajar IPS melalui materi esensial dan muatan lokal. Sumber belajar IPS berbasis kearifan lokal dapat diajarkan melalui pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler. Pengintegrasian tersebut perlu dirancang menggunakan kerangka Pembelajaran Mendalam.