ABSTRACT Tuberculosis (TB) and Human Immunodeficiency Virus (HIV) are interrelated chronic infectious diseases that remain a public health problem. TB–HIV patients require long-term treatment with complex regimens, making medication adherence a key factor in successful therapy. Treatment adherence is influenced not only by clinical factors but also by psychosocial factors such as self-efficacy, spirituality, and family support. In addition to psychosocial factors such as self-efficacy, spirituality, and family support, the advancement of digital technology has increasingly been utilized to improve medication adherence among patients with tuberculosis. A scoping review by Indawati et al. (2025) reported that technology-integrated nursing interventions, including Short Message Service (SMS) reminders, Video Directly Observed Therapy (VDOT), mobile health applications, and digital adherence technologies (DATs), were effective in improving TB treatment adherence. Nurses play a crucial role in assessing patients’ needs, delivering education through digital platforms, conducting remote monitoring, and providing continuous motivation throughout the course of therapy. The integration of technology into nursing practice has been shown to reduce geographical barriers, enhance communication, and strengthen patient engagement in long-term treatment.This study aims to determine the relationship between self-efficacy, spirituality, and family support and medication adherence in TB–HIV patients at Bekasi City Hospital. This study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The population in this study were all TB–HIV patients undergoing treatment at Bekasi City Hospital. The sampling technique used stratified random sampling with a sample size of 30 respondents. Data collection was conducted using questionnaires on self-efficacy, spirituality, and family support, and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data analysis was performed using univariate and bivariate methods using the chi-square test. The results showed that most respondents had high self-efficacy, good spirituality, and good family support. The level of medication adherence in TB–HIV patients was mostly compliant. Bivariate analysis showed a significant relationship between self-efficacy and medication adherence (p 0.05), spirituality and medication adherence (p 0.05), and family support and medication adherence (p 0.05).There was a significant relationship between self-efficacy, spirituality, and family support and medication adherence in TB–HIV patients. Psychosocial factors play an important role in supporting the success of TB–HIV treatment.The results of this study are expected to provide a basis for healthcare workers, particularly nurses, in developing nursing interventions that focus on increasing self-efficacy, strengthening spiritual aspects, and involving families to improve medication adherence in TB–HIV patients. Keywords: Self-Efficacy, Spirituality, Family Support, Medication Adherence, TB-HIV. ABSTRAK Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit infeksi kronis yang saling berkaitan dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Pasien TB–HIV memerlukan pengobatan jangka panjang dengan regimen yang kompleks, sehingga kepatuhan minum obat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan terapi. Kepatuhan pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor klinis, tetapi juga oleh faktor psikososial seperti efikasi diri, spiritualitas, dan dukungan keluarga. Selain faktor psikososial seperti efikasi diri, spiritualitas, dan dukungan keluarga, perkembangan teknologi digital juga mulai dimanfaatkan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis. Studi scoping review oleh Indawati et al. (2025) menunjukkan bahwa intervensi keperawatan berbasis teknologi seperti Short Message Service (SMS) reminder, Video Directly Observed Therapy (VDOT), mobile health application, serta digital adherence technologies (DATs) efektif dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan TB. Perawat berperan penting dalam melakukan asesmen kebutuhan pasien, memberikan edukasi melalui media digital, melakukan monitoring jarak jauh, serta memberikan motivasi berkelanjutan selama proses terapi. Integrasi teknologi dalam praktik keperawatan terbukti mampu mengurangi hambatan geografis, meningkatkan komunikasi, serta memperkuat keterlibatan pasien dalam pengobatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri, spiritualitas, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB–HIV di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TB–HIV yang menjalani pengobatan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner efikasi diri, spiritualitas, dukungan keluarga, dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki efikasi diri dalam kategori tinggi, spiritualitas dalam kategori baik, serta dukungan keluarga dalam kategori baik. Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB–HIV sebagian besar berada dalam kategori patuh. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obat (p 0,05), spiritualitas dengan kepatuhan minum obat (p 0,05), serta dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p 0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara efikasi diri, spiritualitas, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB–HIV. Faktor psikososial berperan penting dalam mendukung keberhasilan terapi pengobatan TB–HIV. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam mengembangkan intervensi keperawatan yang berfokus pada peningkatan efikasi diri, penguatan aspek spiritual, serta pelibatan keluarga guna meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TB–HIV. Kata Kunci: Efikasi Diri, Spiritualitas, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, TB-HIV.