Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Collaborative Governance in Empowering MSMEs to Advance in Class in Pacitan Muhammad Eko Atmojo; Awang Darumurti; Nita Ariba Hanif
Journal of Government and Civil Society Vol 7 No 1 (2023): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v7i1.7058

Abstract

The purpose of this study is to find out how big the role of the government and the government's response to realizing policies that favor MSME actors. This study uses the Qualitative Data Analysis Software (QDAS) method with the help of Nvivo12 Plus tools. The data source for this research comes from primary data and secondary data taken through interviews, observation, and documentation techniques. This research data processing uses a Crosstab Query to help visualize data and analyze Twitter data. Data analysis in this study uses the interactive model technique which begins with data coding as the reduction stage, data visualization, and drawing conclusions as the final findings. The results of the study can be concluded that the Pacitan Regency Government provides assistance to MSMEs through collaboration with various stakeholders. Where this collaboration begins with the identification of problems that hinder the development of MSMEs in Pacitan Regency. Where the collaboration that exists with the private sector, BUMN and other stakeholders is still focused on marketing issues, but for other problems, it has not been widely collaborated and managed between partners and the Pacitan Regency Government. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peran pemerintah dan respon pemerintah dalam mewujudkan kebijakan yang berpihak pada pelaku UMKM.  Penelitian ini menggunakan metode Qualitative Data Analysis Software (QDAS) dengan bantuan alat Nvivo12 Plus. Sumber data penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder yang diambil melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemrosesan data penelitian ini menggunakan Crosstab Query untuk membantu memvisualisasikan data dan menganalisis data Twitter. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik model interaktif yang diawali dengan pengkodean data sebagai tahap reduksi, visualisasi data, dan penarikan kesimpulan sebagai temuan akhir. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pacitan memberikan pendampingan kepada UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dimana kerjasama ini diawali dengan identifikasi permasalahan yang menghambat perkembangan UMKM di Kabupaten Pacitan. Dimana kerjasama yang terjalin dengan swasta, BUMN dan stakeholder lainnya masih terfokus pada isu pemasaran, namun untuk permasalahan lainnya belum banyak kerjasama dan dikelola antara mitra dengan Pemerintah Kabupaten Pacitan. 
Agile Governance in Optimizing Digital Literacy for MSMEs Actors in the Special Region of Yogyakarta Muhammad Eko Atmojo; Awang Darumurti; Helen Dian Fridayani; Sanny Nofrima; Herdin Saputra
Journal of Government and Civil Society Vol 8 No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i2.11563

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Yogyakarta Government's initiatives in enhancing digital literacy among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) as a means to foster Agile Governance. The importance of improving digital literacy for MSME owners is underscored by its potential to drive economic growth in the Special Region of Yogyakarta. Employing a qualitative research methodology with a case study approach, this research highlights the critical role that MSME owners play in stimulating local economic development. The findings indicate that the Yogyakarta Government must adopt a more proactive stance in implementing Agile Governance through comprehensive digital literacy empowerment programs for MSMEs. Notably, digital marketing training has been initiated based on MSME data available on the Sibakul platform. However, challenges persist, as not all MSME owners are registered on this platform, limiting the program's reach. Additionally, the Yogyakarta Government must enhance the digital capabilities of its bureaucracy to effectively support the development of digital platforms. Addressing both external challenges—such as MSME enthusiasm and infrastructure growth—and internal challenges—like the enhancement of bureaucratic digital skills—is essential for the Yogyakarta Government to realize Agile Governance in its operational framework. This research contributes to the understanding of how digital literacy initiatives can serve as a catalyst for sustainable economic development in local governance contexts. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas inisiatif Pemerintah Yogyakarta dalam meningkatkan literasi digital di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya untuk mendorong Tata Kelola Agil. Pentingnya meningkatkan literasi digital bagi pemilik UMKM ditekankan oleh potensinya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini menyoroti peran penting pemilik UMKM dalam merangsang pengembangan ekonomi lokal. Temuan menunjukkan bahwa Pemerintah Yogyakarta harus mengambil sikap yang lebih proaktif dalam menerapkan Tata Kelola Agil melalui program pemberdayaan literasi digital yang komprehensif bagi UMKM. Secara khusus, pelatihan pemasaran digital telah dimulai berdasarkan data UMKM yang tersedia di platform Sibakul. Namun, tantangan masih ada, karena tidak semua pemilik UMKM terdaftar di platform ini, yang membatasi jangkauan program tersebut. Selain itu, Pemerintah Yogyakarta harus meningkatkan kemampuan digital aparaturnya untuk mendukung pengembangan platform digital secara efektif. Mengatasi tantangan eksternal—seperti antusiasme UMKM dan pertumbuhan infrastruktur—serta tantangan internal—seperti peningkatan keterampilan digital birokrasi—adalah penting bagi Pemerintah Yogyakarta untuk mewujudkan Tata Kelola Agil dalam kerangka operasionalnya. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana inisiatif literasi digital dapat menjadi katalisator untuk pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dalam konteks pemerintahan lokal.