Erni Rahmawati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pamenang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS HEALTH EDUCATION DALAM MENDUKUNG PERILAKU PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA PENDEKATAN FAMILY EMPOWERMENT Dwi Rahayu; Erni Rahmawati; Sri Haryuni
coba Vol 14 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i2.1006

Abstract

Pendahuluan: Kegiatan Penelitian ini dilakukan sesuai bidang fokus utama yaitu bidang kesehatan, khususnya   bidang keperawatan komunitas. Masalah kesehatan yang difokuskan pada masalah kesehatan lansia,  fokus pada pencegahan penyakit  tidak menular yaitu  upaya pencegahan stroke. Kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan stroke dengan tindakan Health Education. Kegiatan Penelitian ini dilakukan di Posyandu Lansia “Melati” Dusun Singgahan Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. . Tujuan dari kegiatan Penelitian ini adalah untuk  menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan Perilaku pencegahan stroke pada lansia pendekatan pembberdayaan keluarga. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian korelasi dengan pendekatan crossectional study. Sampel penelitian adalah lansia yang ada di Posyandu ILP Melati Dusun Singgahan Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri sejumlah 30 Responden. Variabel  penelitian dalam  penelitian ini adalah  pendidikan kesehatan dan  Perilaku Pencegahan Stroke. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisa data menggunakan teknik korelasi tata jenjang  Spearman  Rho. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebesar 50% responden mempunyai pengetahuan dengan kategori cukup baik dan masing-masing 37% responden mempunyai perilaku pencegahan stroke dengan kategori cukup dan baik. Hasil Uji statistik Spearman rho dapatkan nilai signifikansi sebesar 0,036 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku  pencegahan stroke pada responden. Diskusi: Edukasi tentang stroke penting untuk meningkatkan pengetahuan  dan perilaku pencegahan stroke pada lansia, sehingga kualitas hidup lansia akan meningkat.   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Pencegahn, Stroke, Lansia
UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA KELOMPOK USIA REMAJA : PROMOTIVE AND PREVENTIVE EFFORTS THROUGH EDUCATION ON NON-COMMUNICABLE DISEASE PREVENTION AMONG ADOLESCENTS Dwi Rahayu; Erni Rahmawati
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.514

Abstract

Kesehatan pemuda bangsa menjadi  aspek penting dalam upaya meningkatkan peran mereka mempertahankan kedaulatan Negara Indonesia. Salah satu hal yang menjadi ancaman bagi kesehatan pemuda Indonesia pada saat ini adalah adanya penyakit tidak menular (PTM). PTM bersifat tidak menular dari orang ke orang namun menjadi penyakit kronis yang akan terus meningkat di seluruh dunia, khususnya pada negara berkembang dan negara miskin.  Penyakit tidak menular (PTM) telah menjadi isu penting dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, dan menjadi prioritas dalam pembangunan di berbagai negara. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya PTM meliputi faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan, seperti umur dan jenis kelamin, serta faktor risiko yang dapat dikendalikan, seperti pola hidup tidak sehat. Dari hasil analisa awal ditemukan permasalahan mitra yaitu banyaknya para remaja yang memiliki kebiasaan minum minuman manis, diet rendah  serat dan aktivitas fisik yang kurang. Berdasarkan hal tersebut maka, tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi terkait upaya  promotif preventif dalampencegahan PTM pada remaja. Metode pengabdian masyarakat yang diberikan adalah dengan pemberian Edukasi dengan metode ceramah dan media PPT tentang Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pada Remaja . Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Hari Sabtu, 7 Februari 2026 di Posyandu Remaja Gemilang dengan jumlah peserta sebanyak 42 orang. Hasil dari pengabdian masyarakat  ini didapatkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari  kategori baik pre edukasi sebesar 19 % meningkat menjadi 59,5% kategori baik post edukasi tentang Pencegahan penyakit Tidak Menular pada remaja. Edukasi tentang pencegahan penyakit tidak menular ini sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular pada masa yang akan datang, beberapa indakan  yang  harus dilakukan  oleh remaja adalah mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, mengurangi asupan gula, makan buah dan sayur, olahraga, istirahat dan menjaga kebersihan  diri. Abstract The health of the nation's youth is a crucial aspect of enhancing their role in upholding Indonesia's sovereignty. Currently, non-communicable diseases (NCDs) pose a significant threat to the health of Indonesian youth. Although NCDs do not spread from person to person, they are chronic conditions with a rising global prevalence, particularly in developing and low-income nations. NCDs have become a key issue within the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs) agenda and a priority for development across many countries. Factors contributing to NCDs include uncontrollable risks—such as age and gender—and controllable risks, such as unhealthy lifestyles. Preliminary analysis identified specific issues among the target group, including a high prevalence of sugary drink consumption, low-fiber diets, and insufficient physical activity. Consequently, this initiative aimed to provide education on health promotion and preventive measures regarding NCDs among adolescents. The community service activity utilized a lecture-based educational approach supported by PowerPoint presentations focused on NCD prevention. The event took place on Saturday, February 7, 2026, at the *Posyandu Remaja Gemilang* (Adolescent Integrated Health Post) with 42 participants. Results showed an improvement in participants' knowledge scores: the percentage of participants in the "good" category rose from 19% pre-education to 59.5% post-education. Education on NCD prevention is vital for averting these diseases in the future; key actions adolescents should take include consuming a nutritionally balanced diet, reducing sugar intake, eating fruits and vegetables, exercising, getting adequate rest, and maintaining personal hygiene.