Pemahaman konsep matematis telah menjadi keterampilan esensial pada abad ke-21 yang menuntut pergeseran paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa. Merespons tuntutan tersebut, berbagai institusi pendidikan mulai mengintegrasikan model Flipped Classroom untuk memaksimalkan aktivitas kognitif tingkat tinggi selama waktu tatap muka di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis mengenai penerapan model Flipped Classroom dalam pendidikan matematika, dengan berfokus pada pendekatan pembelajaran yang diintegrasikan serta hubungannya dengan pemahaman konsep matematis. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, Scopus, dan ERIC untuk rentang publikasi tahun 2021 hingga April 2026, yang menghasilkan 1.188 artikel. Melalui pedoman PRISMA dan evaluasi kelayakan kualitas metodologi, sebanyak tujuh artikel final terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis konten menunjukkan bahwa: (1) penelitian didominasi oleh metode kuantitatif kuasi-eksperimen yang berfokus pada mahasiswa dan siswa sekolah menengah, tanpa adanya temuan di tingkat sekolah dasar; (2) fase prakelas difasilitasi oleh platform e-learning, video, dan asisten kecerdasan buatan (AI), sedangkan sesi tatap muka mengintegrasikan pendekatan tutor sebaya (peer-teaching), pemodelan, dan Think-Aloud; serta (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penerapan Flipped Classroom dengan peningkatan pemahaman konsep matematis. Keterbatasan utama dalam tinjauan ini meliputi jumlah literatur akhir yang kecil (tujuh artikel) sehingga membatasi daya generalisasi, ketiadaan studi pada jenjang sekolah dasar, dan potensi bias publikasi. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi fase prakelas dan tatap muka secara sinergis.