Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Gizi dan Daya Terima SpinChick Tofu Tinggi Protein untuk Pencegahan Stunting Risca Tri Lestari; Syahla Anggita Fadillah; Aysha Ayunda Akbar; Dinar Putri Rahmawati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64429

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, yang berkaitan dengan rendahnya asupan gizi sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan. Salah satu alternatif strategis dalam pemecahan masalah stunting yaitu melalui edukasi dan pendampingan gizi dalam pengolahan PMT tinggi protein seperti SpinChick Tofu (Spinach Chicken Tofu) yaitu naget berbahan dasar bayam, ayam dan tahu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pengolahan PMT yaitu SpinChick Tofu sebagai upaya pencegahan stunting. Penelitian dilaksanakan di Posyandu RW 02 Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon, pada tanggal 25 Juni 2025, dengan melibatkan 17 responden. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan gizi, demonstrasi pembuatan PMT, pengukuran pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test, serta uji daya terima produk menggunakan skala hedonik. Desain penelitian ini menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan setelah edukasi gizi, meskipun perbedaannya tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Uji daya terima menunjukkan bahwa produk SpinChick Tofu memiliki tingkat penerimaan yang baik pada aspek warna, aroma, dan rasa, sedangkan aspek tekstur masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Secara keseluruhan, SpinChick Tofu berpotensi sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal yang dapat mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.
LITERATURE REVIEW: TEKNOLOGI EDIBLE COATING DALAM MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN PANGAN: Literature Review: Technology of Edible Coating for Extending Food Shelf Life KIKI NATASIA; Khairunnisa Nadya Risti; Dinar Putri Rahmawati
Media Gizi Mikro Indonesia Vol. 18 No. 1 (2026): Media Gizi Mikro Indonesia (MGMI)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Quality degradation of fresh and processed foods remains a major issue in Indonesia due to its tropical climate that accelerates spoilage. Edible coatings and nano-/micro-encapsulation are innovative, natural-based preservation technologies designed to extend shelf life without synthetic preservatives. This study aims to review their effectiveness and potential application for local food products in small and medium-scale industries. Methods: This descriptive literature review analyzed 5 scientific articles published between 2020 and 2025, retrieved from SINTA, Google Scholar, Scopus, and ScienceDirect databases. The review examined the types of biopolymer materials used, effectiveness in reducing microbial growth and oxidation, and challenges in industrial implementation. Data were analyzed narratively and grouped by key themes for synthesis. Results: Findings show that combining biopolymer-based edible coatings (chitosan, alginate, pectin) with nano-/micro-encapsulation systems can extend product shelf life by 7–10 days and reduce microbial counts by 2–3 log CFU/g. Incorporating tropical essential oils such as lemongrass and clove enhances antimicrobial and antioxidant performance. However, production cost, technological limitations, and nano-material regulations remain obstacles for large-scale adoption. Conclusion: Edible coatings and nano-/micro-encapsulation present promising, eco-friendly alternatives for natural food preservation in tropical regions. Further research on local material optimization, economic feasibility, and consumer acceptance is required before industrial-scale implementation in Indonesia. ABSTRAK Penurunan mutu produk pangan segar dan olahan masih menjadi tantangan utama di Indonesia, terutama karena iklim tropis yang mempercepat proses pembusukan. Penggunaan edible coatings dan nano-/micro-encapsulation merupakan pendekatan inovatif berbasis bahan alami untuk memperpanjang umur simpan tanpa pengawet sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas dan potensi penerapan kedua teknologi tersebut pada produk pangan lokal dalam konteks industri kecil dan menengah. Penelitian ini merupakan literature review deskriptif dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2016–2025, diperoleh melalui database SINTA, Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Analisis dilakukan terhadap jenis bahan biopolimer, efektivitas terhadap penurunan mikroba dan oksidasi, serta tantangan penerapan di industri pangan. Data dianalisis secara naratif dan dikategorikan berdasarkan topik utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi edible coatings berbasis kitosan, alginat, atau pektin dengan sistem nano-/micro-encapsulation mampu memperpanjang umur simpan produk pangan hingga 7–10 hari dan menurunkan pertumbuhan mikroba sebesar 2–3 log CFU/g. Formulasi dengan minyak atsiri tropis seperti serai dan cengkeh meningkatkan aktivitas antimikroba dan antioksidan. Namun, keterbatasan biaya, teknologi, serta regulasi penggunaan bahan nano menjadi kendala utama untuk skala industri. Teknologi edible coatings dan nano-/micro-encapsulation berpotensi tinggi sebagai pengawet alami yang ramah lingkungan dan sesuai untuk produk pangan tropis. Diperlukan penelitian lanjutan untuk menguji bahan lokal, kelayakan ekonomi, dan penerimaan konsumen sebelum diterapkan secara luas di industri pangan Indonesia.