Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tipologi Karakteristik Arsitektur Kolonial di Kota Bandung: Typology of Colonial Architecture Characteristics in the City of Bandung Nadhil Tamimi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8656

Abstract

Penelitian ini mengkaji tipologi dan karakteristik arsitektur kolonial di Kota Bandung, Jawa Barat, yang berkembang pesat sejak akhir abad ke?19 sebagai pusat administrasi dan rekreasi Hindia Belanda. Berdasarkan studi literatur, berdasarkan bangunan—Vila Isola (1933), Gedung Sate (1920), deretan ruko Braga ditelaah untuk mengidentifikasi ciri khas arsitektur kolonial Bandung. Hasil kajian menunjukkan bahwa arsitektur kolonial Bandung ditandai oleh (1) fasad simetris dan ornamentasi bergaya Art Deco atau Neoklasik yang menyiratkan status dan fungsi administratif, (2) adaptasi iklim tropis melalui ventilasi silang, teras/balkon terbuka, dan overhang lebar, (3) kombinasi material lokal (bata ekspos, kayu, marmer) dengan beton bertulang dan kaca besar, serta (4) hibridisasi ornamen Eropa dan motif lokal (tusuk sate, batik keramik). Temuan ini menjadi landasan strategis bagi pedoman konservasi bangunan kolonial Bandung agar nilai estetika dan historisnya terjaga.
Analisis Persepsi Pengunjung terhadap Kualitas Ruang Taman Nasional Hasanuddin Menggunakan Metode Semantic Differential: Analysis of Visitors’ Perceptions of the Spatial Quality of Hasanuddin Park Using the Semantic Differential Method Nadhil Tamimi; Nike Dyah Permata; Munarsi Munandar; Dui Buana Mustakima; Isti Nugroho; Nurul Hikmah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10790

Abstract

Ruang terbuka publik berupa taman kota memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan serta mendukung aktivitas sosial dan rekreasi masyarakat. Penilaian kualitas taman tidak hanya ditentukan oleh aspek fisik, tetapi juga oleh persepsi pengunjung terhadap pengalaman ruang yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap kualitas Taman Hasanuddin di Kota Palu menggunakan metode semantic differential. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner yang terdiri atas sepuluh pasangan kata bipolar, yaitu buruk–indah, sempit–lapang, kotor–bersih, berantakan–rapi, tidak aman–aman, monoton–unik, membosankan–menyenangkan, buatan–alami, panas–teduh, dan tidak menarik–menarik. Data diperoleh dari 30 responden yang merupakan pengunjung taman dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator memperoleh nilai rata-rata di atas 4,50 yang menunjukkan persepsi masyarakat berada pada kategori sangat positif terhadap kualitas taman. Indikator tidak menarik–menarik memperoleh nilai tertinggi (4,93), diikuti indikator berantakan–rapi (4,90), serta sempit–lapang dan panas–teduh (4,86). Sementara itu, indikator tidak aman–aman, membosankan–menyenangkan, dan buatan–alami memperoleh nilai relatif lebih rendah meskipun tetap berada pada kategori positif. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas visual, keteraturan ruang, dan kelapangan taman menjadi faktor utama yang memengaruhi kepuasan pengunjung. Penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi taman kota perlu mempertimbangkan persepsi pengguna sebagai dasar dalam peningkatan kualitas ruang terbuka publik.