Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Body Image dengan Kecemasan Sosial dan Gangguan Makan pada Remaja Putri SMKN 1 Cikarang Selatan: The Relationship between Body Image with Social Anxiety and Eating Disorders in Female Adolescents at SMKN 1 South Cikarang Rani Nafhisa Putri; Fitriana Nugraheni
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.10904

Abstract

Masa remaja merupakan masa penting dalam perkembangan fisik, emosional, dan sosial yang mempengaruhi pembentukan identitas diri. Body image merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam perkembangan remaja, khususnya remaja putri. Persepsi negatif terhadap body image dapat berdampak pada kecemasan sosial dan gangguan makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dengan kecemasan sosial dan gangguan makan pada remaja putri di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cikarang Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan mendapatkan 90 responden dengan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire – Appearance Scales (MBSRQ-AS), Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A), dan Eating Attitudes Test-26 (EAT-26). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan body image negatif mengalami kecemasan sosial tingkat tinggi, yaitu sebesar 82%, sedangkan responden dengan body image positif mengalami kecemasan sosial tingkat rendah sebesar 55,2%. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,001 yang menandakan adanya hubungan signifikan antara body image dan kecemasan sosial. Selain itu, responden dengan body image negatif lebih banyak mengalami gangguan makan (62,3%) dibandingkan dengan responden dengan body image positif (31%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara body image dan gangguan makan dengan nilai p= 0,006.
Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi, Status Gizi, dan Kualitas Tidur dengan Kejadian Anemia pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan di Universitas Negeri Surabaya Febianti Nur Aisyah; Ratna Candra Dewi; Fitriana Nugraheni; Yuni Nurwati
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.153

Abstract

Mahasiswi merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia karena mengalami menstruasi setiap bulan dan cenderung memiliki pola hidup yang kurang sehat akibat tuntutan akademik. Menganalisis hubungan antara tingkat kecukupan zat besi, status gizi, dan kualitas tidur dengan kejadian anemia pada mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan di Universitas Negeri Surabaya. Menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 94 mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan di Universitas Negeri Surabaya menggunakan proportional stratified random sampling. Data konsumsi zat besi diukur menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), status gizi menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan kadar hemoglobin menggunakan alat GCHb Easy Touch. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Terdapat 89 responden (94,7%) memiliki tingkat kecukupan zat besi kurang, 65 responden (69,1%) berstatus gizi normal, 69 responden (73,4%) memiliki kualitas tidur buruk, dan 22 responden (23,4%) mengalami anemia. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan zat besi (p = 0,333) dan kualitas tidur (p = 0,307) dengan kejadian anemia. Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia (p = 0,003). Status gizi berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia, sedangkan tingkat kecukupan zat besi dan kualitas tidur tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian.