Perkembangan media sosial di era digital telah membawa dampak signifikan terhadap kebiasaan berbahasa siswa sekolah dasar, khususnya dalam hal penggunaan bahasa gaul yang semakin merebak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) dampak penggunaan bahasa gaul di media sosial terhadap kemampuan berbahasa Indonesia siswa sekolah dasar; (2) peran media sosial dalam membentuk pola berbahasa siswa; serta (3) makna dan relevansi bahasa Indonesia di tengah dominasi bahasa gaul pada era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif, melalui seleksi dan sintesis terhadap 10 artikel ilmiah nasional yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2026 dan terindeks di basis data Google Scholar serta Sinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan intensif terhadap bahasa gaul melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan WhatsApp berdampak negatif terhadap penguasaan kosakata baku dan akurasi struktur kalimat formal siswa, meskipun di sisi lain turut mendorong kreativitas linguistik. Media sosial terbukti memiliki peran multidimensional dalam membentuk pola berbahasa siswa, namun bukan satu-satunya faktor penentu, karena lingkungan keluarga, teman sebaya, dan kualitas pendidikan juga berpengaruh besar. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara kompetensi literasi formal yang diajarkan di sekolah dengan praktik berbahasa digital siswa sehari-hari, sehingga pembelajaran bahasa Indonesia kerap dianggap sekadar formalitas kurikulum. Penelitian ini menegaskan perlunya integrasi literasi digital dalam pembelajaran bahasa Indonesia serta sinergi antara guru, orang tua, dan pemangku kebijakan guna membangun ekosistem berbahasa yang seimbang bagi siswa di era digital.