Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan di Indonesia dan dapat bermula sejak masa kehamilan, terutama pada ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK). Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui pengembangan makanan tambahan berbasis pangan lokal yang bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu gizi, tingkat penerimaan, dan menentukan formulasi terbaik produk barongko dengan substitusi kacang hijau dan daun kelor sebagai alternatif makanan tambahan bagi ibu hamil KEK. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga formulasi (F1, F2, F3) dengan perbedaan proporsi pisang kepok, kacang hijau, dan daun kelor. Uji hedonik dilakukan oleh 30 panelis semi-terlatih terhadap aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis, sedangkan penentuan formulasi terbaik menggunakan metode indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan gizi meningkat seiring dengan penambahan kacang hijau dan daun kelor, dengan formulasi F3 memiliki nilai tertinggi untuk energi (171,91 kkal), protein (5,75 g), zat besi (1,88 mg), dan vitamin C (5,50 mg) per 100 gram. Uji organoleptik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (p>0,05) pada seluruh parameter. Namun, berdasarkan indeks efektivitas, formulasi F3 (50:35:15) menjadi yang terbaik dengan nilai 0,925. Disimpulkan bahwa barongko dengan substitusi kacang hijau dan daun kelor, khususnya formulasi F3, berpotensi sebagai alternatif makanan tambahan yang bergizi dan dapat diterima untuk ibu hamil KEK dalam upaya pencegahan stunting.