engendalian gulma adalah salah satu faktor penting dalam meningkatkan efisiensi pemakaian air pada budidaya kelapa sawit. Keberadaan gulma di lahan perkebunan dapat mendatangkan persaingan yang besar terhadap tanaman utama, terutama dalam penggunaan air tanah, unsur hara, dan cahaya. Situasi ini bisa mengurangi ketersediaan air untuk tanaman kelapa sawit sehingga menghalangi proses fisiologis yang seperti fotosintesis dan transpirasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengendalian gulma terhadap efisiensi pemakaian air pada tanaman kelapa sawit. Metode penelitian dilakukan dengan membandingkan kondisi lahan yang mengalami pengendalian gulma secara intensif dengan lahan tanpa pengendalian gulma. Parameter yang diperhatikan meliputi water use efficiency (WUE), laju transpirasi tanaman, dan kandungan air tanah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengendalian gulma dengan efisiensi penggunaan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian gulma yang efektif dapat meningkatkan nilai WUE pada tanaman kelapa sawit. Selain itu, laju transpirasi tanaman cenderung lebih stabil dan optimal pada lahan yang bebas gulma, sementara kadar air tanah lebih terjaga dibandingkan dengan lahan yang tidak dilakukan pengendalian gulma. Ini menunjukkan bahwa pengurangan persaingan air oleh gulma memberikan dampak positif terhadap ketersediaan air untuk tanaman utama. Dengan demikian, pengendalian gulma tidak hanya membantu dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi pemakaian air dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya lahan.