Fauzy Ma’ruf
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL, KELUARGA, DAN HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL LANJUT USIA (PSLU) MANDALIKA MATARAM L. M. Bayu Putra Lidinillah; Fauzy Ma’ruf; Irsandi Rizki Farmananda; Danang Nur Adiwibawa
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/fnenvf56

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang sering terjadi pada lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup, kemampuan fungsional, serta kepatuhan terhadap pengelolaan penyakit kronis. Lansia yang tinggal di panti sosial berisiko mengalami depresi karena berkurangnya interaksi keluarga, terbatasnya peran sosial, kesepian, serta adanya penyakit fisik kronis. Dukungan sosial, dukungan keluarga, dan hipertensi merupakan faktor yang diduga berhubungan dengan tingkat depresi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial, dukungan keluarga, dan hipertensi dengan tingkat depresi pada lansia di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram sebanyak 80 orang. Sampel penelitian berjumlah 73 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat depresi diukur menggunakan Geriatric Depression Scale, sedangkan dukungan sosial dan dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Status hipertensi diperoleh melalui pengukuran tekanan darah dan/atau data rekam kesehatan. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman karena variabel penelitian berskala ordinal. Dukungan sosial berhubungan signifikan dengan tingkat depresi pada lansia (p = 0,000; rₛ = -0,463). Dukungan keluarga juga berhubungan signifikan dengan tingkat depresi (p = 0,000; rₛ = -0,420). Selain itu, hipertensi berhubungan signifikan dengan tingkat depresi (p = 0,015; rₛ = 0,285). Dukungan sosial, dukungan keluarga, dan hipertensi berhubungan signifikan dengan tingkat depresi pada lansia di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram. Dukungan sosial dan keluarga yang lebih baik berkaitan dengan tingkat depresi yang lebih rendah, sedangkan hipertensi berkaitan dengan tingkat depresi yang lebih berat. Program dukungan psikososial, pelibatan keluarga, skrining depresi berkala, serta pengelolaan hipertensi yang optimal diperlukan untuk menurunkan risiko depresi pada lansia yang tinggal di panti sosial.