Muhammad Ibnu Huda
Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN PSIKOLOGIS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DALAM MENGATASI DEKADENSI MORAL REMAJA Muhammad Ibnu Huda; M. Alawi Khoirul Umam; A. Marzuki; Ahnan Hasan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.497

Abstract

Dekadensi moral remaja merupakan isu yang semakin mengemuka dalam masyarakat modern, ditandai dengan peningkatan perilaku negatif seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan tindakan kriminal. Faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini adalah kurangnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai moral dan agama. Pendidikan Agama Islam, dengan pendekatan psikologis yang tepat, memiliki potensi besar sebagai alat preventif dalam mengatasi dekadensi moral di kalangan remaja Penelitian ini dilakukan di SMP 18 Negrikaton Pesawaran Lampung dengan tujuan untuk mengkaji peran pendidikan Agama Islam dalam mengatasi dekadensi moral remaja. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk dekadensi moral di sekolah tersebut masih bisa dikendalikan, seperti ketidakpatuhan pada nasehat guru, sikap kurang sopan, mencontek, membolos, tidak mengikuti sholat berjamaah, perkelahian, pacaran, dan kluyuran saat jam pelajaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya dekadensi moral antara lain latar belakang pendidikan yang kurang perhatian, kurangnya keyakinan beragama, kurangnya literatur pendidikan agama Islam, laboratorium yang kurang memadai, penggunaan media sosial yang tidak tepat, kurangnya kasih sayang orang tua, perceraian orang tua, masalah ekonomi, serta lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Kontribusi pendidikan Agama Islam di SMP 18 Negrikaton Pesawaran Lampung sangat besar dalam upaya mengatasi dekadensi moral remaja. Kegiatan pembelajaran intra dan ekstra kurikuler, seperti pengajian, sholat berjamaah, peringatan hari besar Islam, pramuka, PMR, OSIS, olahraga, kerja sama dengan pondok pesantren, dan kegiatan positif lainnya, berhasil memberikan dampak positif terhadap perilaku remaja. Dengan demikian, pendidikan Agama Islam terbukti efektif dalam membekali remaja dengan nilai-nilai moral dan agama, sehingga dapat mencegah dan mengurangi dekadensi moral di kalangan remaja. .
Strategi Pembelajaran Pendidik dalam Meningkatkan Kompetensi Peserta Didik Abad 21 Ahnan Hasan Marullah; Zaki Mubarok; Muhammad Ibnu Huda; Muhammad Abdullah Rizkiansyah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): August 2026 In Press
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/s4zf0002

Abstract

This study aims to analyze educators' learning strategies to improve 21st-century student competencies in the digital era. The method used was library research, reviewing various books, journals, and research related to 21st-century learning. Data analysis was conducted descriptively and thematically, focusing on student characteristics, educator competencies, educational challenges, and innovative learning models. The results indicate that digital generation students are active, collaborative, and technologically engaged, requiring educators to integrate technology into their learning. Effective strategies include Project-Based Learning (PjBL), Problem-Based Learning (PBL), Flipped Classroom, Inquiry-Based Learning, and Blended Learning, which can enhance students' critical thinking, creativity, communication, collaboration, and digital literacy skills. o\in conclusion, the success of 21st-century learning depends on educators' ability to implement innovative, technology-based learning strategies tailored to student needs.