Lukista Diyana
Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Scaffolding Dalam Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini: Kajian Teori Lev Vygotsky Harisma Fatihatul Hayyu; Daroe Istiwaningsih; Tio Deny Damara; Lukista Diyana
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.752

Abstract

Perkembangan bahasa anak usia dini pada periode emas (golden age) sangat ditentukan oleh kualitas interaksi sosial dalam pembelajaran berbasis bermain, namun implementasi scaffolding sebagai strategi Vygotskian masih menghadapi kesenjangan antara konsep teoretis dan praktik di lapangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif peran scaffolding dalam pengembangan bahasa anak usia dini melalui pendekatan pembelajaran berbasis bermain dengan perspektif teori Vygotsky. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research, menganalisis 40 artikel jurnal mutakhir (2020-2025) serta karya fundamental Vygotsky melalui teknik analisis isi dan triangulasi sumber. Temuan menunjukkan bahwa scaffolding efektif meningkatkan kemampuan bahasa anak hingga 85%, dengan tiga pola utama: pemecahan tugas kompleks, dialog interaktif, dan umpan balik real-time. Faktor penentu efektivitas meliputi sifat kontingen dukungan, penggunaan pertanyaan inferensial (bukan literal), serta tingkat pendidikan guru. Namun, praktik lapangan masih didominasi pola IRF loop tunggal dan rendahnya penggunaan strategi scaffolding tingkat tinggi seperti rekast dan elaborasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa integrasi tiga komponen kunci (lingkungan bermain, interaksi intensif, dan scaffolding tepat) serta rekomendasi praktis untuk penguatan kompetensi pedagogis guru PAUD. Prospek penelitian masa depan meliputi studi longitudinal, komparasi scaffolding manusiawi versus teknologi, serta eksplorasi dalam konteks inklusif dan lintas budaya.