Kemampuan literasi keaksaraan merupakan fondasi penting dalam perkembangan anak usia dini. Namun pembelajaran literasi di PAUD seringkali masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan partisipasi aktif anak. Salah satu pendekatan alternatif yang dinilai efektif adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), yang mendorong anak untuk berpikir kritis melalui pemecahan masalah nyata. Untuk meningkatkan daya tarik dan efektivitas pembelajaran, digunakan juga media pohon huruf sebagai alat bantu visual yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran problem based learning yang dipadukan dengan media pohon huruf terhadap kemampuan literasi keaksaraan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental. Populasi penelitian adalah seluruh anak didik kelas B. Sampel dipilih secara purposive, terdiri dari 20 anak yang dibagi menjadi dua kelompok: 10 anak pada kelompok eksperimen dan 10 anak pada kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji nonparametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi keaksaraan yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Rata-rata skor post-test kelompok eksperimen mencapai 20,00, sedangkan kelompok kontrol hanya 13,60. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05, yang berarti H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini mengindikasikan bahwa model PBL dengan media pohon huruf memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan literasi keaksaraan anak. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media pohon huruf efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi keaksaraan anak usia dini. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah guru PAUD dapat menggunakan pendekatan ini sebagai alternatif pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan berdampak positif pada perkembangan literasi anak.