Kemampuan berpikir komputasional merupakan keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikenalkan anak sejak dini. Salah satu metode efektif untuk mengembangkan kemampuan ini adalah permainan unplugged coding, yaitu pembelajaran konsep pemrograman tanpa perangkat digital melalui permainan yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini menguji pengaruh permainan unplugged coding terhadap kemampuan berpikir komputasional anak usia 5-6 tahun pada salah satu TK di Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest, data diperoleh dari tes pada anak usia 5-6 tahun yang dipilih dengan teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes unjuk kerja, dengan validitas isi dan konstruksi. Analisis data menggunakan teknik analisis data statistik parametrik dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum treatment, kemampuan berpikir komputasional anak masih rendah. Setelah diberikan treatment berupa permainan unplugged coding seperti coding station dan tic-tac-toe, terjadi peningkatan signifikan. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi <0,001 (?<0,05). Rata-rata hasil pre-test 14,96 meningkat menjadi 21,46 pada post-test, yang menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berpikir komputasional setelah treatment. Sehingga, permainan unplugged coding terbukti memberikan pengaruh positif. Oleh karena itu, metode ini disarankan untuk diterapkan lebih luas dalam pembelajaran guna mengembangkan keterampilan berpikir komputasional anak secara optimal