Eko Budi Santoso
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil Perencanaan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RETRACTED: Evaluasi klasterisasi pengembangan wilayah dalam muatan kebijakan RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 berbasis Multi-Criteria Analysis (MCA) Shinta Novia Vera; Gde Abhicanika Pranata Dyaksa; Eko Budi Santoso; Andi Irawan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi klasterisasi wilayah berperan penting dalam mendorong kinerja pembangunan, aglomerasi ekonomi, dan trickle-down effect antarwilayah. Dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur ditetapkan delapan klaster pembangunan sebagai stimulus akselerasi pembangunan dan koordinasi wilayah. Namun, implementasinya belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pemerataan pembangunan. Struktur pembangunan yang monosentris dan pertumbuhan sektoral yang tidak merata menjadi faktor utama belum tercapainya tujuan pembentukan klaster. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja dan rasionalitas pembentukan klaster pembangunan RPJMD pada akhir masa implementasinya. Evaluasi dilakukan melalui pendekatan sektor unggulan, pertumbuhan sektoral, dan karakteristik spasial. Analisis LQ, Tipologi Klassen, dan LISA dikompilasi melalui Multi-Criteria Analysis (MCA) untuk menilai kinerja klaster secara komprehensif. Hasil analisis menunjukkan kinerja klaster berdasarkan sektor unggulan lebih baik dibandingkan pertumbuhan sektoral dan kecenderungan spasial, mengindikasikan kabupaten/kota di Jawa Timur beraglomerasi terutama pada sektor unggulannya. Analisis MCA mengungkap ketimpangan kinerja antar klaster; tidak ada satu pun klaster yang mencapai 50% kinerja, dan beberapa berada di bawah rata-rata. Secara keseluruhan, pembentukan klaster belum signifikan dalam menstimulasi pertumbuhan dan mengatasi ketimpangan antarwilayah di Jawa Timur.