This Author published in this journals
All Journal Matriks Teknik Sipil
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS VALUE ENGINEERING (VE) PADA STRUKTUR BETON (STUDI KASUS : GEDUNG PLANETARIUM PROYEK REVITALISASI PKJ TIM TAHAP II) Handayani, Fajar Sri; Setiawan, Ary; Sunarni, Retno
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.61571

Abstract

Pekerjaan renovasi/upgrading Gedung Planetarium Proyek Revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta (PKJ TIM) Tahap II tidak terlepas dari adanya pengadaan biaya yang ada. Pada studi kasus ini berdasarkan Cost Breakdown Model dan Hukum Distribusi Pareto, pekerjaan struktur atas memakan biaya tertinggi sebesar 22,80% dari keseluruhan biaya proyek. Penelitian ini difokuskan pada pekerjaan struktur dua tipe balok saja yaitu balok B49C dan B412B I. Total biaya pekerjaan balok tipe B49C dan B412B I pada kondisi existing adalah Rp 1.409.025.485,45. Di sisi lain, desain struktur balok gedung dinilai memiliki dimensi yang besar sehingga dapat dilakukan pengefisienan. Selain itu, penggunaan semen sebagai penyusun material beton saat ini mulai dilakukan penggantian dengan mengaplikasikan bahan aditif yang memiliki perbedaan biaya jika dibandingkan dengan murni penggunaan semen itu sendiri. Salah satu cara untuk melakukan pengoptimalisasian biaya atas dasar pertimbangan tersebut adalah dengan menggunakan metode Value Engineering (VE). Bahan aditif semen pada kondisi existing yaitu fly ash (10%) dengan f’c 30 MPa. Sedangkan alternatif bahan aditif semen pada penelitian ini ada 3 jenis yaitu zeolit (10%) dengan f’c 34 MPa, silica fume (10%) dengan f’c 41,4 MPa, dan metakaolin (27,5%) dengan f’c 45 MPa. Berdasarkan hasil analisis Value Engineering (VE) disimpulkan bahwa alternatif penggunaan bahan aditif metakaolin (f’c 45 MPa) dengan reduksi dimensi menjadi alternatif terbaik dengan penghematan biaya paling tinggi sebesar Rp 260.274.995,83 atau sekitar 18,47% dari biaya balok existing.