This Author published in this journals
All Journal Matriks Teknik Sipil
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK PRODUK LOKAL PADA AIR LIMBAH TAHU TERHADAP KADAR DO DAN PERTUMBUHAN TANAMAN HIDROPONIK Utomo, Budi; Qomariah, Siti; Ningrum, Ekshananda Novita
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i3.76801

Abstract

Industri kecil dan menengah di Indonesia makin meningkat. Salah satu industri yang berkembang adalah industri tahu. Industri tahu makin diminati karena tingginya permintaan tahu di pasar. Kedelai sebagai bahan baku merupakan sumber protein yang banyak diminati di Indonesia. Banyaknya industri tahu maka makin banyak pula limbah yang akan terbuang. Limbah tahu terbagi menjadi padat dan cair. Limbah padat yang berbentuk ampas biasanya diolah menjadi tempe gembus dan pakan ternak. Limbah cair yang dihasilkan masih terbuang sia-sia. Limbah tahu mengandung polutan yang jika dibuang langsung dapat mencemari air sungai.  Selain mengandung polutan air limbah tahu juga mengandung senyawa kimia seperti, N-Total, P2O5, dan K2O. Senyawa tersebut dibutuhkan tanaman untuk proses fisiologis dan metabolisme guna meningkatkan laju pertumbuhan tanaman. Pengolahan air limbah tahu yang ditambah probiotik produk lokal yang berfungsi sebagai perombak kandungan organik maupun zat yang ada pada air limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar DO dan pengaruh probiotik produk lokal yang telah dicampur dengan air limbah tahu pada pertumbuhan tanaman hidroponik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen murni. Penelitian pertama dilakukan secara deskriptif yaitu menguji kadar pH dan Dyssolve Oxygen (DO) yang terkandung pada air limbah tahu, dan air limbah tahu yang dicampur probiotik dengan perbandingan 1:1. Kemudian tahap kedua menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tujuh perlakuan konsentrasi yaitu L0 atau kontrol yang menggunakan air murni, L1 hingga L2 perbandingan 1:1. Variasi konsentrasi yang dibuat yaitu 30%, 50%, dan 70% pada setiap perbandingannya. indikator yang diukur yaitu tinggi batang, jumlah daun, lebar daun, dan warna tanaman.