This Author published in this journals
All Journal Matriks Teknik Sipil
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Emisi Gas Rumah Kaca Dengan Pendekatan Life Cycle Assessment Pada Tahap Konstruksi Perkerasan Lentur Fly Over Cakung Soeryodarundio, Koosdaryani; Setiono, Setiono; Daniswara, Dandy Rayhan
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.65852

Abstract

Pembangunan adalah usaha yang terancang dan terjadwal secara berkelanjutan oleh suatu Negara dalam rangka mewujudkan masyarakat yang lebih baik sehingga berperan penting dalam proses tercapainya kesejahteraan masyarakat. Pembangunan ini disisi lain juga berdampak kepada lingkungan yaitu dengan mengeluarkan emisi gas rumah kaca dan mengkonsumsi energi yang cukup banyak selama pelaksanaannya sehingga diperlukan upaya untuk mengidentifikasi dan mengestimasi dampak yang dihasilkan pada pekerjaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unit proses yang berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca, menganalisis jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan tiap unit, menentukan unit proses mana yang menghasilkan emisi gas rumah kaca terbanyak, dan mengidentifikasi potensi dampak pemanasan global terhadap proyek Fly Over Cakung. Penelitian ini menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengestimasi pelepasan emisi gas karbon dioksida (CO2)  ke lingkungan, analisis perhitungan emisi menggunakan database ecoinvent dengan TRACI 2.1 untuk mengkonversi satuan polutan menjadi kgCO2e.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 15 unit proses pada konstruksi perkerasan jalan lentur Fly Over Cakung. Unit proses yang menghasilkan emisi gas rumah kaca terbanyak adalah proses produksi agregat dengan kontribusi emisi gas rumah kaca sebesar 64.088,89 Kg CO2e atau sebanyak 33,3423 % dari 15 unit proses. Dampak dari pemanasan global terhadap proyek Fly Over Cakung yaitu aspal menjadi lebih rentan terhadap deformasi, kerusakan struktur lebih mungkin terjadi, mengurangi kerataan jalan, mengurangi kenyamanan berkendara, dan mempengaruhi stabilitas berkendara.