Kasita, Ivana Dewi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Collaborative Governance dalam Mengatasi Penyalahgunaan Narkoba di Kota Surakarta Kasita, Ivana Dewi; Sudarmo, Sudarmo
Jurnal Mahasiswa Wacana Publik Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v3i1.75897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses collaborative governance yang dilakukan oleh BNNK Surakarta dengan Satuan Reserse Narkoba Polresta Surakarta, Yayasan Cahaya Kusuma Bangsa, dan Forum Anak Surakarta dalam mengatasi kasus penyalahgunaan narkoba melalui program P4GN dan Kelurahan Bersinar. Hal ini dilatarbelakangi oleh Kota Surakarta yang menempati peringkat kedua tertinggi dalam penyebaran dan penyalahgunaan narkoba se-Jawa Tengah dan rendahnya indeks tanggap bahaya narkoba, ironisnya selama pandemi Covid-19 kasus ini telah menjangkau kalangan pelajar. Sehingga perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam penelitian ini, teori Emerson, dkk (2012) digunakan untuk mengkaji proses kolaborasi melalui tiga komponen yaitu dinamika kolaborasi, tindakan kolaborasi, serta dampak dan adaptasi dari proses kolaborasi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Kemudian data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kolaborasi telah dilakukan dalam berbagai upaya, namun ditemukan masih adanya aktor kolaborasi yang belum memiliki MoU serta belum adanya peraturan daerah yang secara khusus membahas tentang program Kelurahan Bersinar. Selain itu, minimnya ketersediaan dana juga menjadi hambatan proses kolaborasi untuk mencapai tujuan kolaborasi.