Suryandari, Desiana Alya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menelisik Prinsip Anti - SLAPP dalam Perlindungan Hukum Kasus Pulau Rempang Suryandari, Desiana Alya; Zulfiani, Anita
Recidive : Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan Vol 14, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Criminal Law Section Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/recidive.v14i1.96306

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip Anti-SLAPP (Strategic Lawsuit Against Public Participation) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH), khususnya dalam konteks masyarakat hukum adat Kampung Tua Pulau Rempang. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus, perundang-undangan, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Pasal 66 UUPPLH memberikan dasar hukum bagi perlindungan terhadap masyarakat yang memperjuangkan lingkungan hidup, aturan tersebut belum cukup spesifik untuk memastikan penerapannya yang efektif. Selain itu, lemahnya kesadaran hukum dan multitafsir regulasi menyebabkan masyarakat adat tetap rentan terhadap tindakan hukum yang represif. Studi ini merekomendasikan penguatan regulasi Anti-SLAPP melalui kebijakan yang lebih rinci dan tegas dengan cara penerapan peraturan pelaksanaan prinsip Anti - SLAPP, serta peningkatan pemahaman dan implementasi hukum oleh para penegak hukum. Dengan demikian, partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan dapat terlindungi dan didorong secara optimal.  Kata Kunci: Anti – SLAPP; Masyarakat Adat; RelokasiAbstract:This study aims to examine the application of the principle of Anti-SLAPP (Strategic Lawsuit Against Public Participation) as stipulated in Article 66 of Law No. 32 of 2009 on Environmental Protection and Management (UUPPLH), especially in the context of the traditional legal community of Kampung Tua Pulau Rempang. This study uses normative juridical methods with case, legislation, and conceptual approaches. Research results show that although Article 66 of the UUPPLH provides a legal basis for the protection of people who fight for the environment, these rules are not yet specific enough to ensure effective application. In addition, the weak legal awareness of the apparatus and the multi-interpretation of regulations have caused the indigenous people to remain vulnerable to repressive legal actions. This study recommends strengthening Anti-SLAPP regulations through more detailed and firm policies, as well as improving legal understanding and implementation by law enforcement. Thus, community participation in environmental conservation can be optimally protected and encouraged.  Keyword: Anti – SLAPP; Environment; Criminalization; Indigenous People; Article 66 of the UUPPLH