Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Perubahan Iklim yang Dirasakan Kelompok Wanita Tani dan Strategi yang Dilakukan dengan Penerapan Pertanian Berkelanjutan di Desa Papringan, Kec. Kaliwungu, Kab. Semarang Koesdaryanto, Nilam Sariramadhani; Alyodya, Daniel Abileon; Restuti, Eprian Juniar; Simanjuntak, Mario Pintor David; Arta, Yunia Putri Anisa
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pertanian di Indonesia. Dampak dari perubahan iklim berupa meningkatnya suhu, kekeringan, curah hujan yang tidak menentu, serta bencana alam yang semakin sering terjadi. Hal inilah yang berdampak signifikan bagi kesejahteraan petani desa. Oleh karenanya perlu ada upaya serta mitigasi untuk mengatasi permasalahan berupa perubahan iklim tersebut. Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis upaya adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan kelompok wanita tani dalam menghadapi perubahan iklim sehingga mampu mengelola pertaniannya secara berkelanjutan di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Metode yang dilakukan penelitian ini ialah dengan melakukan penelitian langsung di lapangan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sehingga hasil yang didapatkan akan menunjukkan gambaran dampak yang terjadi akibat perubahan iklim terhadap petani, serta memberikan perspektif baru pola adaptasi yang dilakukan petani dalam menghadapi perubahan iklim. Kelompok Wanita Tani berperan sebagai kelas belajar dan wahana kerjasama sehingga petani banyak mendapat pengetahuan dan mengetahui strategi adaptasi serta mitigasi yang membantu petani dalam mengatasi perubahan iklim.Keywords: Adaptasi, Berkelanjutan, Mitigasi, Perubahan Iklim, Petani
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAMBU DI DESA PAPRINGAN KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN SEMARANG Alyodya, Daniel Abileon; Foresty, Risma Salsabila; Pramono, Calvin Levyanto; Restuti, Eprian Juniar; Koesdaryanto, Nilam Sariramadhani
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBambu adalah tumbuhan yang berasal dari famili Poaceae ataupun Gramineae yang merupakan rumput-rumputan berukuran besar. Bambu sendiri memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi sehingga termasuk sumber daya yang sangat melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan bambu di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Penelitian dilaksanakan di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang pada lima titik tersebar pada kawasan desa yang memiliki jumlah bambu yang tergolong tinggi dengan metode random sampling melalui pembuatan plot. Data yang diperoleh dilakukan perhitungan indeks keanekaragaman menggunakan rumus Shannon-Wiener. Hasil penelitian ini ditemukan terdapat lima jenis spesies bambu yaitu Dendrocalamus asper, Schizostachyum silicatum, Bambusa blumeana, Gigantochloa atroviolacea, dan Gigantochloa atter dengan total jumlah keseluruhan yaitu 474 bambu. Hal ini menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) sedang atau cukup beragam dengan nilai sebesar 1,56611. Keanekaragaman ini dipengaruhi oleh kesesuaian lahan geografis seperti ketinggian permukaan, pH tanah, suhu, dan kelembaban. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeliharaan vegetasi untuk mempertahankan spesies-spesies yang ada.Kata kunci : Bambu, Desa Papringan, Shannon-Wiener, Keanekaragaman jenis, Biogeografi ABSTRACTBamboo is a plant that comes from the Poaceae or Gramineae family, which are large grasses. Bamboo itself has quite high diversity so it is a very abundant resource. This research aims to determine the diversity of bamboo plant species in Papringan Village, Kaliwungu District, Semarang Regency. The research was carried out in Papringan Village, Kaliwungu District, Semarang Regency at five points spread across village areas that have relatively high amounts of bamboo using a random sampling method through plotting. The data obtained was calculated by calculating the diversity index using the Shannon-Wiener formula. The results of this research found that there were five types of bamboo species, namely Dendrocalamus asper, Schizostachyum silicatum, Bambusa blumeana, Gigantochloa atroviolacea, and Gigantochloa atter with a total number of 474 bamboos. This shows that the diversity index (H') value is moderate or quite diverse with a value of 1.56611. This diversity is influenced by geographical land suitability such as surface height, soil pH, temperature and humidity. Therefore, public awareness is needed in maintaining vegetation to maintain existing species.Key words: Bamboo, Papringan Village, Shannon-Wiener, Species diversity, Biogeography
Pengaruh Pembersihan Sampah di Sungai Terhadap Kualitas Air Sungai Kotes, Desa Papringan, Kaliwungu, Semarang Alyodya, Daniel Abileon
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kotes merupakan salah satu aliran sungai yang mengalir di Desa Papringan, Kaliwungu, Semarang dan memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat di sekitarnya. Masyarakat memanfaatkan Sungai Kotes sebagai sumber yang digunakan sehari-hari untuk berbagai kegiatan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, semakin tinggi pertumbuhan penduduk di desa menimbulkan semakin banyak pula sampah yang dihasilkan. Banyak sampah yang ditemukan di beberapa titik Sungai Kotes yang baunya sangat mengganggu. Sampah yang berada di sungai ini menjadi sumber bahan pencemar yang mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pembersihan sampah di Sungai Kotes terhadap kualitas air berdasarkan parameter fisika dan kimia. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengukuran secara langsung di tiga titik sepanjang Sungai Kotes menggunakan multi parameter da pH meter. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh data sebelum pembersihan titik 1 diperoleh TDS sebesar 0,1406 g/L, pH sebesar 4.08, dan DO sebesar 9.38 mg/L. Titik 2 diperoleh TDS sebesar 0.1993 g/L, pH sebesar 4.66, dan DO sebesar 8.04 mg/L. Titik 3 diperoleh TDS sebesar 0.2033 g/L, pH sebesar 5.82, dan DO sebesar 6.21 mg/L. Titik 3 diperoleh TDS sebesar 0.2033 g/L, pH sebesar 5.82, dan DO sebesar 6.21 mg/L. Sedangkan setelah dilakukan pembersihan sungai, pada sungai titik 1 diperoleh TDS sebesar 0.1863 g/L, pH sebesar 5.88, dan DO sebesar 8.18 mg/L. Titik 2 diperoleh TDS sebesar 0.159 g/L, pH sebesar 7.44, dan DO sebesar 11.14 mg/L. Titik 3 diperoleh TDS sebesar 0.176 g/L, pH sebesar 6.09, dan DO sebesar 12.43 mg/L. Pembersihan sungai dapat mempengaruhi kualitas air sungai menjadi lebih baik dan sesuai dengan standar baku mutu air sungai yang berlaku.
Pemanfaatan GIS dalam Analisis Kesesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah dengan Penggunaan Lahan Eksisting di Kecamatan Pasar Kliwon Wijayanti, Sovia; Santika, Youhana Eli; Rarasti, Khansa Afzanaya; Alyodya, Daniel Abileon; Rahmadana, Muhammad Irfan; Hidayat, Agung; Sunarhadi, Muhammad Amin
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 2 (2024): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i2.99831

Abstract

Abstrak: Suatu wilayah akan mengalami perubahan dengan tujuan untuk mengarah ke tahap yang lebih baik dan menyangkut beberapa aspek fisik, sosial, ekonomi, dan budaya. Perubahan penggunaan lahan telah mengubah bentuk wilayah, karena terlihat bahwa daerah tersebut telah mengalami pertumbuhan yang cukup besar dalam beberapa dekade terakhir. Pola perubahan penggunaan lahan sangat dipengaruhi oleh alam dan aktivitas manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah pemanfaatan ruang dimana akan membagi wilayah menjadi beberapa bagian sesuai dengan kelasnya serta menganalisis presentasi kesesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan eksisting Kecamatan Pasar Kliwon. Pada penelitian ini pengumpulan data primer yang digunakan observasi langsung terhadap penggunaan lahan di Kecamatan Pasar Kliwon dan data peta RTRW dan Existing, sedangkan data sekunder dilakukan melalui studi literatur dan akses data citra satelit. Data kemudian dianalisis menggunakan metode metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode analisis data dengan pendekatan deskriptif kualitatif merupakan metode pengolahan data secara mendalam pada hasil perolehan data penelitian dengan studi literatur. Hasil analisis akan dijadikan sebagai dasar pemikiran dalam kesesuaian RTRW dengan penggunaan lahan di Kecamatan Pasar Kliwon.