Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nutritional Care Process for a Severe Communicating Hydrocephalus, Cerebral Edema, Microcephaly, Aspiration Pneumonia, and a History of Periodic Apnea Helmi Susanti Simamora; Marselina Azalia Mahar; Aswita Amir; Hijrah Asikin
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v4i2.1047

Abstract

The Nutrition Care Process (NCP) provides a structured approach to identifying and addressing nutritional issues in such complex cases. This descriptive case study aims to evaluate the effectiveness of the NCP in improving nutritional intake and clinical outcomes, specifically the ability to cry loudly and engage in active movement. This study was conducted in the ICU of Dr. DORIS SYLVANUS Regional General Hospital, Central Kalimantan, from March 6–10, 2026, involving a 1-month-old female patient. Nutritional assessment included anthropometric, biochemical, clinical, and dietary intake parameters. The intervention consisted of a high-energy, high-protein liquid diet administered gradually via an Oral Gastric Tube. Results showed an increase in energy, protein, fat, carbohydrate, vitamin, and mineral intake. Clinical improvements were also observed, including relief from shortness of breath, strong crying, and active movement. Personalized nutritional strategies and education on breastfeeding and the importance of breast milk are crucial in caring for pediatric patients with complex medical and nutritional needs. The conclusion of this case study is that the gradual implementation of nutritional therapy in critically ill patients with severe communicating hydrocephalus can aid the recovery process and reduce the risk of complications.
Daya Terima Bubur Sumsum Berbasis Kacang Merah Sebagai Snack Sehat Untuk Balita Yang Nafsu Makan Kurang Di Rumah Sakit Faisal Makassar A.Asriani Azis; Aswita Amir; Thresia Dewi Kartini
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1647

Abstract

Latar Belakang: Nafsu makan yang kurang pada balita dapat menyebabkan asupan zat gizi tidak mencukupi kebutuhan sehingga berisiko mengganggu pertumbuhan dan perkembangan. Adapun upaya dalam meningkatkan asupan balita adalah penyediaan makanan selingan yang bergizi dan memiliki daya terima yang baik. Bubur sumsum berbasis kacang merah merupakan salah satu inovasi pangan yang berpotensi menjadi snack sehat karena mengandung karbohidrat, protein, serat, serta memiliki konsistensi yang mudah dikonsumsi oleh balita. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerimaan bubur sumsum berbasis kacang merah sebagai snack sehat untuk balita yang nafsu makan kurang di Rumah Sakit Faisal Makassar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional. Partisipan penelitian ini berjumlah 25 balita usia 1–5 tahun yang sasuai dengan kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Bubur sumsum berbasis kacang merah diberikan sebagai makanan selingan satu kali kepada setiap responden. Penilaian daya terima terhadap aspek warna, aroma, rasa dan tekstur menggunakan uji hedonik yang diberikan ke panelis (orang tua atau pendamping). Hasil yang didapatkan dianalisis secara deskriptif dan dituangkan dalam bentuk tabel frekuensi dan persentase. Daya terima bubur sumsum berbasis kacang merah tergolong sangat baik. Penerimaan dari aspek warna dan aroma masing-masing 68% panelis sangat suka. Sementara penerimaan dari aspek rasa dan tekstur masing-masing 64% panelis menyatakan sangat suka. Bubur sumsum berbasis kacang merah memiliki tingkat daya terima yang sangat baik dilihat dari semua aspek penilaian. Produk ini berpotensi menjadi alternatif snack sehat bagi balita yang mengalami nafsu makan kurang di Rumah Sakit Faisal Makassar.