Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan LKPD Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Kelas IV SD Salma Nanda Ardelia; Isna Rahmawati; Nela Rofisian
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.477

Abstract

Perancangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran IPAS materi Keanekaragaman Budaya di Indonesia diarahkan untuk menilai tingkat kelayakan, kemudahan penggunaan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri 02 Sraten. Proses pengembangan mengikuti pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan produk, implementasi, serta evaluasi secara berkelanjutan. Produk yang dihasilkan memperoleh tingkat kevalidan sangat tinggi, ditunjukkan oleh hasil validasi ahli materi sebesar 95% dan ahli praktisi sebesar 93%, sehingga layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Aspek kepraktisan tercermin dari respon peserta didik yang mencapai 85,80% dan termasuk kategori sangat praktis. Selain itu, instrumen yang digunakan telah memenuhi kriteria valid dan reliabel dengan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,868 yang menunjukkan konsistensi internal yang kuat. Efektivitas penggunaan LKPD tampak dari peningkatan hasil belajar peserta didik, di mana rata-rata N-Gain kelas eksperimen mencapai 0,80 dalam kategori tinggi, lebih unggul dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh 0,53 dalam kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan LKPD berbasis PBL mampu memperdalam pemahaman konsep sekaligus meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan ajar inovatif yang mendukung pembelajaran aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik di sekolah dasar.