Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Ukhuwah Islamiyah Dalam Al-Qur’an Sebagai Landasan Bimbingan Sosial: Kajian Tafsir Tematik Titip Elyas; Hasan Zaini; Irman Irman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.503

Abstract

Kajian ini berfokus pada pemahaman konsep ukhuwah Islamiyah dalam Al-Qur’an serta relevansinya sebagai landasan bimbingan sosial dalam kehidupan masyarakat. Permasalahan sosial seperti konflik, intoleransi, disintegrasi sosial, serta menurunnya solidaritas di era modern menjadi latar penting yang menunjukkan belum optimalnya internalisasi nilai ukhuwah dalam kehidupan sosial. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi pada lingkup masyarakat umum, tetapi juga merambah ke lingkungan pendidikan dan dunia kerja, sehingga memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan solutif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui metode tafsir tematik (maudhu’i). Metode ini dipilih untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an secara sistematis sesuai tema ukhuwah. Sumber data meliputi Al-Qur’an dan kitab tafsir sebagai data primer serta literatur ilmiah yang relevan sebagai data sekunder, termasuk jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang mendukung analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep ukhuwah dalam Al-Qur’an mencakup tiga dimensi utama, yaitu ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wathaniyah. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi solidaritas (ta’awun), persatuan, toleransi, empati, dan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi kuat sebagai dasar dalam bimbingan sosial untuk membangun hubungan yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan dalam masyarakat majemuk. Implikasinya, ukhuwah Islamiyah dapat dikembangkan menjadi model bimbingan sosial berbasis nilai Qur’ani yang mencakup dimensi spiritual, sosial, dan humanistik. Integrasi nilai ukhuwah dalam praktik bimbingan sosial dinilai mampu meningkatkan kohesi sosial, memperkuat rasa kebersamaan, serta mendorong terciptanya lingkungan yang damai dan saling menghargai. Selain itu, lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai ukhuwah guna membentuk karakter peserta didik yang toleran, inklusif, berempati, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.