Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Status Ekonomi Keluarga Terhadap Kejadian Karies Gigi Pada Anak Balita: Implikasi Intervensi Pencegahan Oleh Terapis Gigi Dan Mulut Zulkarnain Zulkarnain; Muhammad Syukur; Firdaus W Suhaeb
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.517

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi pada anak balita dan memiliki keterkaitan erat dengan ketimpangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh status ekonomi keluarga terhadap kejadian karies gigi pada anak balita serta implikasinya terhadap intervensi pencegahan oleh terapis gigi dan mulut. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan PRISMA, dengan sumber data dari Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda. Analisis dilakukan menggunakan teknik narrative synthesis terhadap artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa status ekonomi keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian karies gigi, di mana anak dari keluarga dengan status ekonomi rendah memiliki risiko 1,5–3 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok ekonomi tinggi. Hubungan tersebut tidak bersifat langsung, melainkan dimediasi oleh berbagai faktor, seperti pendidikan orang tua, akses terhadap layanan kesehatan, serta perilaku kesehatan keluarga. Perilaku seperti kebiasaan menyikat gigi, konsumsi gula, dan frekuensi kunjungan ke dokter gigi merupakan determinan proksimal yang berperan langsung terhadap kejadian karies. Selain itu, faktor lingkungan dan budaya juga berkontribusi dalam memperkuat risiko tersebut. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa karies gigi merupakan penyakit multifaktorial yang memerlukan pendekatan multidimensional. Peran terapis gigi dan mulut sangat penting dalam upaya promotif dan preventif melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas. Strategi pencegahan yang efektif perlu mengintegrasikan edukasi kesehatan, intervensi preventif, dan kebijakan kesehatan masyarakat.