Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendekatan Konseling Berbasis Al-Qur’an: Analisis Tafsir Tematik Terhadap Konsep Kejiwaan Dan Implikasinya Dalam Bimbingan Dan Konseling Widya Sagita; Hasan Zaini; Irman Irman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.556

Abstract

Keterbatasan pendekatan psikologi modern dalam menjelaskan dimensi spiritual mendorong kebutuhan akan kajian kejiwaan yang lebih komprehensif berbasis sumber wahyu. Pendekatan psikologi yang dominan cenderung menekankan aspek kognitif dan perilaku, namun belum sepenuhnya mampu menjelaskan dinamika kejiwaan yang melibatkan dimensi moral dan spiritual manusia. Artikel ini mengkaji konsep nafs dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik serta menganalisis implikasinya dalam pengembangan bimbingan dan konseling Islam yang integratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research), melalui analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep nafs, serta integrasi dengan literatur psikologi kontemporer, khususnya teori self-regulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nafs merupakan struktur kejiwaan yang bersifat holistik, dinamis, dan berlapis, yang terdiri atas nafs ammarah, nafs lawwamah, dan nafs mutma’innah. Ketiga tingkatan ini beroperasi melalui mekanisme self-awareness, self-regulation, dan kontrol spiritual yang saling berinteraksi dalam membentuk perilaku individu. Selain itu, dinamika antar tingkatan nafs menunjukkan adanya proses perkembangan spiritual yang berkelanjutan dan membutuhkan intervensi yang tepat dalam konteks konseling. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi kerangka konseptual yang mengintegrasikan konsep nafs dengan teori self-regulation secara operasional dalam praktik konseling. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konseling berbasis Al-Qur’an dapat diimplementasikan melalui teknik muhasabah, tazkiyatun nafs, serta integrasi pendekatan kognitif-behavioral dengan praktik spiritual seperti dzikir dan tawakkal. Dengan demikian, model ini berpotensi meningkatkan efektivitas layanan bimbingan dan konseling yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga transformatif, preventif, dan holistik dalam mengembangkan kesejahteraan psikologis serta spiritual individu secara berkelanjutan.