Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Workshop Pengembangan Industri dan Produk Rumahan Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Desa Mario Kabupaten Sidenreng Rappang Nikmatullah Nur; Alamsyah Agit; Syamsinar Syamsinar; Surnajawia Surnajawia; Sri Wisanti Ilyas; Raehana Putri Karyadi; Sulaiman Sulaiman; Muh. Fajar Rezki Pratama; Hasdar B. Haryanto; Nur Fatmawati Asran
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.570

Abstract

Permasalahan kemiskinan dan keterbatasan kapasitas ekonomi di pedesaan membutuhkan strategi pemberdayaan masyarakat yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan produk industri rumahan dan ekonomi kreatif di Desa Mario, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan fokus pada peningkatan keterampilan produksi, pemasaran digital, dan integrasi label halal. Metode yang digunakan meliputi identifikasi potensi lokal melalui survei dan observasi, perencanaan kegiatan, penjaringan partisipan, pelaksanaan workshop, serta evaluasi dampak kegiatan. Workshop menitikberatkan pada pelatihan praktik pembuatan label halal, pengelolaan brand image, dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran produk rumahan. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari produksi hingga pemasaran. Temuan utama menunjukkan bahwa pelatihan praktis dan pendampingan intensif meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap strategi digital marketing, memperkuat brand image, serta menumbuhkan kepercayaan konsumen melalui penerapan label halal. Produk lokal seperti kue tenten, keripik keju, bangke, dan jintan mengalami peningkatan potensi pasar, sekaligus membuka peluang kerja baru di tingkat rumah tangga. Hambatan utama berasal dari resistensi terhadap teknologi baru pada peserta berusia lebih tua, yang dapat diatasi melalui bimbingan berkelanjutan dan praktik langsung. Kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi aspek ekonomi, sosial, dan budaya dalam pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan.