Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari Kesalahan Ke Pemahaman: Peran Asesmen Formatif Dalam Mendeteksi Kesulitan Operasi Hitung Campuran Siswa SD Maman Maman; Hendro Prasetyono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.582

Abstract

Operasi hitung campuran adalah salah satu kompetensi dasar matematika yang sering menjadi fokus pembelajaran bagi siswa Sekolah Dasar (SD), terutama dalam memahami urutan pengerjaan operasi dan penguasaan fakta aritmatika. Permasalahan ini sering tidak terlihat sejak awal, sehingga baru muncul saat dilakukan evaluasi akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan assessment formatif sebagai alat diagnostik dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa secara langsung dan terus-menerus. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, didukung oleh tinjauan literatur. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 3 di salah satu sekolah dasar swasta yang terletak di Jakarta Selatan. Operasi hitung campuran merupakan salah satu materi matematika dasar yang sering menjadi kendala bagi siswa SD, khususnya dalam memahami urutan pengerjaan operasi dan kemampuan dalam menguasai fakta-fakta aritmatika. Permasalahan ini sering kali tidak terdeteksi sejak awal, sehingga baru terlihat saat dilakukan evaluasi sumatif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari cara menggunakan penilaian formatif sebagai alat bantu dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa secara langsung dan dalam waktu nyata. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, didukung oleh tinjauan literatur. Subjek penelitian ini adalah para siswa kelas tiga yang belajar di sebuah sekolah dasar swasta yang terletak di wilayah Jakarta Selatan. Teknik pengumpulan data mencakup pengamatan, evaluasi hasil tugas siswa, serta pemberian penilaian formatif berupa soal terbuka dan refleksi singkat. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga kategori utama kesalahan siswa, yaitu kesalahan konseptual sebesar 42,9%, yang berarti siswa kurang memahami arti operasi dan urutan pengerjaannya. Kemudian ada kesalahan prosedural sebesar 28,6%, yang menunjukkan langkah-langkah penyelesaian soal tidak tepat. Selain itu, ada kesalahan fakta dasar sebesar 28,6%, yang menunjukkan kelemahan dalam melakukan perhitungan dasar seperti perkalian dan pembagian. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih merasa kesulitan dalam memahami konsep dasar yang mendasari operasi hitung campuran. Jadi, penilaian formatif terbukti berguna sebagai cara untuk mengetahui kesulitan belajar siswa sejak awal. Dengan memakai peta yang tepat, guru bisa menggunakan cara mengajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga bisa mencegah kesalahan pemahaman yang terus mengumpul dan meningkatkan pemahaman matematika siswa secara terus menerus.
Kajian Sistematis Literatur: Efektivitas Model Problem-Based Learning (PBL) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran MIPA Maman Maman; Cristiana Dewi; Tito Adi Dewanto; Nina Husna; Iwan Koerniawan; Dina Astuty; Tri Budi Angantyo; Yuli Yulianti; Andri Suryana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1297

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam untuk menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih berada pada kategori yang perlu ditingkatkan karena proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis serta memecahkan masalah secara mandiri. Kajian sistematis literatur ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Metode yang digunakan adalah kajian sistematis literatur dengan menganalisis 24 artikel penelitian terdiri dari 18 artikel di jurnal nasional terideks sinta 1-6 dan 8 artikel di jurnal internasional terindeks scopus yang diterbitkan pada periode 2022–2026. Artikel dipilih berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan kesesuaian dengan fokus penelitian. Data dianalisis melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada berbagai jenjang pendidikan dan bidang kajian, termasuk ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan alam dan sosial, fisika, matematika, serta pendidikan sains. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis, model ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah, literasi sains, literasi matematika, pemahaman konsep, keterampilan kolaborasi, dan kemampuan komunikasi. Efektivitas model semakin meningkat ketika diintegrasikan dengan teknologi digital dan media pembelajaran interaktif. Dengan demikian, model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.