Perkembangan pesat media digital telah mengubah podcast YouTube menjadi ruang yang berpengaruh dalam membentuk opini publik, khususnya terkait isu sensitif seperti korupsi yang melibatkan tokoh agama. Dalam konteks ini, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium konstruksi ideologi dan legitimasi sosial. Penelitian ini menganalisis konstruksi ideologi dalam wacana kritik terhadap korupsi religius pada podcast YouTube dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan memanfaatkan tuturan verbal dari salah satu episode podcast Deddy Corbuzier sebagai data utama, yang ditranskripsikan secara verbatim dan dianalisis melalui dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi dibangun melalui beberapa strategi yang saling berkaitan. Pada tingkat tekstual, penggunaan leksikon religius seperti “agama”, “Tuhan”, dan “amanah” berfungsi untuk mensakralisasi isu korupsi sekaligus memperkuat kecaman moral terhadap pelaku. Pada tingkat praktik diskursif, wacana dibentuk melalui strategi disclaimer, reframing dari kasus individual menuju persoalan sistemik, perbandingan historis, serta pergeseran argumentasi dari ranah hukum menuju ranah etika. Pada tingkat praktik sosial, korupsi religius direpresentasikan sebagai pelanggaran multidimensional yang mencakup aspek hukum, moral, dan transendental sekaligus mencerminkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap otoritas keagamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa podcast YouTube tidak hanya merefleksikan realitas sosial, tetapi juga secara aktif mereproduksi ideologi melalui strategi representasi dan legitimasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan Analisis Wacana Kritis dalam konteks media digital serta menegaskan pentingnya literasi kritis dalam menafsirkan wacana keagamaan di ruang publik digital kontemporer.