Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengelolaan Pergerakan Untuk Mengatasi Kemacetan Di Kawasan Pariwisata Puncak Kabupaten Bogor Indra Budi Saksono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.633

Abstract

Kawasan pariwisata Puncak – Cisarua di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat merupakan destinasi strategis yang menghadapi krisis kemacetan lalu lintas kronis, terutama pada masa libur panjang, akibat ketimpangan antara volume kendaraan yang mencapai 150.000 unit dengan kapasitas jalan yang hanya tersedia untuk 70.000 unit (Open Data Jabar, 2024). Penulisan ini bertujuan untuk merumuskan strategi kebijakan yang komprehensif guna mengurai kompleksitas pergerakan di koridor Puncak dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, ekologi, dan legalitas. Metodologi yang digunakan dalam tulisan ini adalah USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk mencari akar masalah kemudian dikombinasikan dengan The Eightfold Path of Policy Analysis oleh Eugene Bardach untuk menyeleksi alternatif kebijakan. Berdasarkan analisis akar masalah, kendala utama ditemukan pada keterbatasan pembangunan infrastruktur jalan akibat kondisi topografi wilayan Puncak – Cisarua ditambah ketergantungan para wiastawan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Dampak dari kemacetan ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga mencakup kerugian ekonomi akibat pemborosan BBM yang diestimasi mencapai Rp2,26 miliar dalam tiga hari,  serta degradasi kualitas udara yang signifikan. Hasil evaluasi terhadap enam alternatif kebijakan menunjukkan bahwa Implementasi Sistem Reservasi Mobilitas Wisata (Peak Spreading) merupakan solusi optimal. Kebijakan ini dipilih karena memiliki efektivitas dalam membagi beban lalu lintas tanpa membutuhkan biaya yang tinggi karena menggunakan prasarana yang sudah ada sebelumnya serta dengan menggunakan pendekatan reservasi tidak melanggar peraturan mengenai larangan retribusi di Jalan Nasional. Strategi peak spreading direkomendasikan dilakukan secara paralel dengan kebijakan Pull Strategy melalui angkutan umum massal berbasis bus dengan skema Buy The Service (BTS) termasuk penataan feeder angkutan dari angkutan umum lokal guna menciptakan ekosistem transportasi pariwisata yang berkelanjutan.