Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Self Disclosure Pada Second Account Instagram Sebagai Ruang Ekspresi Diri Generasi Z Samsabila Samsabila; Mahdar Mahdar; Ashar Hasyim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.691

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena penggunaan second account Instagram sebagai ruang ekspresi diri di kalangan Generasi Z di Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. Fokus utama penelitian adalah mendeskripsikan bagaimana Generasi Z memanfaatkan second account tersebut untuk mengungkapkan identitas dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong mereka memilih ruang digital yang lebih privat. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma fenomenologi, peneliti menggali pengalaman mendalam dari 15 informan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Teori Self-Disclosure dari Joseph A. DeVito digunakan sebagai kerangka analisis untuk membedah lima dimensi keterbukaan diri, yaitu ukuran (amount), valensi (valence), kecermatan dan kejujuran (accuracy/honesty), maksud dan tujuan (intention), serta keakraban (intimacy). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Generasi Z menjadikan second account sebagai "panggung belakang" yang memberikan kebebasan untuk tampil apa adanya tanpa beban estetika yang biasanya dituntut di first account. Pengungkapan diri di ruang ini memiliki intensitas yang lebih tinggi dan cenderung menampilkan sisi emosional yang jujur, termasuk perasaan negatif sebagai bentuk katarsis. Faktor pendorong utama penggunaan akun ini adalah kebutuhan akan privasi yang ketat, keinginan melepaskan tekanan sosial, serta rasa aman saat berinteraksi dalam lingkaran pertemanan yang terbatas. Penelitian ini menegaskan bahwa second account Instagram telah bertransformasi menjadi instrumen penting bagi mahasiswa untuk menjaga keseimbangan psikologis dan mengelola autentisitas diri di tengah paparan dunia digital yang penuh tuntutan citra ideal.