Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Budaya Organisasi Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil Yang Dimediasi Motivasi Kerja (Studi Kasus Kantor Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara) Fiki Apriliani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan Pengaruh Budaya Organisasi Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil Yang Dimediasi Motivasi Kerja (Studi Kasus Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif (positivism). Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara yang berjumlah 63 Orang. Karena jumlah populasi terbatas maka semua populasi dalam penelitian dijadikan responden (sensus). Jenis penelitian kuantitatif. Untuk dapat membantu proses pengolahan data-data didalam penelitian ini maka, menggunakan alat bantu program Statistic Last Square (PLS)4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh kuat dan positif terhadap kinerja pegawai. Temuan ini sejalan dengan karakteristik budaya organisasi yang secara deskriptif berada pada kategori baik, terutama pada dimensi orientasi hasil, kerja sama tim, ketelitian, dan stabilitas kerja. Nilai-nilai tersebut membentuk pola perilaku kerja yang disiplin, patuh terhadap aturan, serta konsisten dalam pelaksanaan tugas.  Budaya organisasi juga terbukti berpengaruh positif terhadap motivasi kerja pegawai. Hal ini diperkuat oleh karakteristik motivasi kerja yang menunjukkan kategori baik pada seluruh dimensi, terutama pada kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Pelatihan kerja memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai.  Secara deskriptif pelatihan kerja berada pada kategori baik, terutama pada dimensi kebutuhan pelatihan, materi dan metode, serta instruktur, namun dimensi evaluasi pelatihan masih berada pada kategori cukup baik. Pelatihan kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. Temuan  ini dapat dijelaskan melalui karakteristik evaluasi pelatihan yang relative  baik. Pelatihan yang baik, diiringi dengan pengembangan karier, serta kesempatan penerapan  hasil pelatihan menimbulkan persepsi bahwa pelatihan bersifat penting. Motivasi kerja  berpengaruh positif secara langsung terhadap kinerja pegawai. Secara deskriptif motivasi kerja berada pada kategori baik, khususnya pada aspek kebutuhan dasar hingga aktualisasi diri, motivasi tersebut tidak sepenuhnya dapat diterjemahkan menjadi kinerja yang lebih tinggi. Motivasi kerja berpengaruh positif sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara budaya organisasi dan kinerja pegawai. Budaya organisasi yang relatif kuat dan stabil secara langsung membentuk perilaku kerja pegawai harus melalui peningkatan motivasi kerja terlebih dahulu. Motivasi kerja juga berpengaruh positif  sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara pelatihan kerja dan kinerja pegawai. Pelatihan kerja mampu memunculkan motivasi dalam batas tertentu, motivasi tersebut cukup kuat untuk mendorong perubahan kinerja yang nyata. Hal ini disebabkan oleh kuatnya keterkaitan antara pelatihan, penugasan kerja, kewenangan, dan sistem penilaian kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan kerja sangat bergantung pada dukungan motivasi kerja dan tidak dapat berdiri sendiri.