Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Non-Performing Loan (NPL) Dan Return On Asset (ROA) Terhadap Harga Saham BBRI Kathleen Isabelle Husen; Naura Dyananda Yusup; Elizabeth Tiur Manurung
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Non-Performing Loan (NPL) dan Return on Assets (ROA) secara simultan maupun parsial terhadap harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Sektor perbankan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit, namun ekspansi kredit yang agresif dapat meningkatkan risiko kredit yang tercermin pada rasio NPL. Di sisi lain, profitabilitas yang tercermin melalui ROA menjadi indikator penting bagi investor dalam menilai kinerja dan prospek perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan berupa data sekunder kuartalan yang terdiri atas NPL, ROA, dan harga saham penutupan BBRI selama periode tahun 2018 hingga kuartal pertama tahun 2025 dengan jumlah observasi sebanyak 32 data. Teknik analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengujian simultan menunjukkan bahwa NPL dan ROA berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Secara parsial, NPL berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung sebesar 2,821 dan signifikansi 0,009, sedangkan ROA juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung sebesar 2,955 dan signifikansi 0,006. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,346 menunjukkan bahwa sebesar 34,6% variasi harga saham dapat dijelaskan oleh variabel NPL dan ROA, sedangkan sisanya sebesar 65,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa investor cenderung mentoleransi peningkatan risiko kredit selama perusahaan mampu mempertahankan profitabilitas yang kuat.