Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip Sekolah Ramah Anak (SRA) di TK Aisyiyah Cabang Kartasura serta mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi lapangan yang berorientasi pada grounded theory. Subjek penelitian terdiri atas guru dan anak didik di TK Aisyiyah Cabang Kartasura. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara tidak terstruktur dengan guru, serta dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan program sekolah. Data dianalisis menggunakan teknik constant comparative analysis yang meliputi open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Sekolah Ramah Anak telah diterapkan dengan baik melalui penyediaan lingkungan belajar yang bersih, aman, nyaman, dan mendukung aktivitas anak. Guru menerapkan pembelajaran yang menyenangkan melalui metode bercerita, penggunaan komunikasi positif, serta pendekatan yang penuh kasih sayang dan bebas dari kekerasan. Penerapan disiplin positif dilakukan melalui pembiasaan sederhana yang mendorong kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian anak terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, sekolah memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran tanpa diskriminasi serta menjalin kerja sama yang baik dengan orang tua melalui program parenting class. Faktor pendukung implementasi SRA meliputi komitmen guru, dukungan manajemen sekolah, lingkungan belajar yang kondusif, dan keterlibatan aktif orang tua. Adapun hambatan yang ditemukan berasal dari perbedaan pola pengasuhan di rumah serta kebiasaan kurang baik yang dibawa anak dari lingkungan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip Sekolah Ramah Anak di TK Aisyiyah Cabang Kartasura telah berjalan secara optimal dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung perkembangan anak secara holistik sesuai dengan kebutuhan dan hak-hak anak.